Hasil Visum Kasus Pembunuhan Bocah di Palu Barat Tidak Ada Tanda Kekerasan Seksual 

oleh -
oleh

PosRakyat – Kasus pembunuhan bocah di jalan Asam II Kecamatan Palu Barat Kota Palu yang menggegerkan warga beberapa hari belakangan ini, sudah dilakukan visum oleh Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu.

Hasil dari visum itu menunjukan tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan seksual atas kematian bocah malang bernama Abdul Rahim (8) Siswa SD Impres Lere 2, kota Palu.

Baca Juga: Pemerintah RI dan Sejumlah Lembaga Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina 

Baca Juga: Diduga Istri Kadis di Morowali Manipulasi Data untuk Jadi PNS

“Dari hasil visum memang tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual pada dubur korban,” kata Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ferdinand E Numbery saat konferensi pers di Mapolresta Kota Palu, Kamis kemarin.

Kasat Reskrim mengatakan, sesuai visum dan pemeriksaan penyidik. Tersangka MFM (16) hanya memainkan alat vital korban tersebut.

Baca Juga: Kejati Sulteng dan Kanwil Kemenkumham Sepakat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Sulawesi Tengah

Baca Juga: Mayat Bocah Laki-Laki Gemparkan Warga Kota Palu, Diduga Korban Kekerasan Seksual 

Lanjut ia menjelaskan, bahwa menurut dokter, cairan sperma di kelamin korban yang keluar adalah dampak dari cekikan.

Menurutnya, biasanya perlawanan dari tubuh akan keluar kotoran atau cairan air mani dari kelamin.

Sementara motif pembunuhan tersebut katanya, akibat ketersinggungan pelaku hingga emosi karena dikatai oleh korban dengan kata “nambongo” saat terjatuh membonceng korban dengan sepeda.

Berdasarkan keterangan orang tua tersangka, yang bersangkutan memang emotional, biasanya melampiaskan emosinya memukul tembok rumah.

Begitupun dengan kepribadian tersangka menurut pengakuannya ia memiliki ketertarikan dengan perempuan dan laki-laki. Dan tujuannya keluar malam memang ingin mencari anak-anak untuk jalan, bila ada kesempatan akan memegang-megang alat vitalnya. Dan ia merasa puas melakukannya.

“Tapi semua itu masih dilakukan hasil observasi oleh psikolog,” ucapnya.

Tersangka sendiri hingga hari seperti tidak ada penyesalan atas perbuatannya, seperti psikopat.

Kasat Reskrim memastikan penanganan kasus pembunuhan terhadap Abdul Rahim dilakukan dengan profesional, sesuai prosedur. Dan saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan. Namun tambahnya, perlu dipahami tersangka dan korban merupakan anak dibawah umur.