Aguslan Manggona Bertekad Wujudkan Aspirasi Masyarakat Tolitoli-Buol 

oleh -
Caleg DPRD Sulteng dapil Tolitoli-Buol, Aguslan Manggona (tengah). [Ist].

Palu, Posrakyat.com – Satu lagi praktisi media dan politisi muda Sulteng, memutuskan maju menjadi calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Dapil III Kabupaten Tolitoli-Buol asal Partai Demokrat dengan nomor urut 4.

Dialah Aguslan Manggona, Ketua BALITBANG DPD Partai Demokrat Provinsi Sulteng. Keputusan putra Kabupaten Tolitoli kelahiran ini, tak terlepas dari semangat pengabdian membangun Tolitoli-Buol. Untuk mengetahui lebih jauh komitmen alumni SMEA Negeri Tolitoli ini maju menjadi Caleg DPRD Provinsi Sulteng, berikut petikan wawancara khusus kalangan wartawan dengan Aguslan Manggona.

– Apa yang melatarbelakangi anda maju menjadi Caleg DPRD Provinsi Dapil III Sulteng ?

Saya memutuskan menjadi calon legislatif (caleg) dari Tolitoli-Buol khususnya, tanah kelahiran saya, dilatarbelakangi semangat pengabdian kepada kampung halaman dan tanah leluhur saya. Keputusan saya ini, tidaklah sekadar ingin menjadi anggota Dewan. Tidak pula hanya ingin menjadi pejabat. Meskipun yang namanya pengabdian itu tidaklah harus menjadi anggota DPRD Provinsi. Namun bila melakukan pengabdian tanpa memiliki sebuah instrumen yang kuat seperti menjadi anggota Dewan, tentu sulit bagi saya membuat daerah kita ini lebih maju, lebih sejahtera. Dengan menjadi anggota DPRD Provinsi, tentu saya akan menjadi penyambung lidah masyarakat dari daerah yang saya wakili. Saya menjadi pembawa pesan, pembawa harapan masyarakat dan memperjuangkan harapan-harapan itu supaya terealisasi dan dinikmati masyaakat.
Saya akan berjuang habis-habisan memperjuangkan aspirasi, membela hak-hak mesyarakat, mewujudkan harapan masyarakat. Itulah kenapa saya  termotivasi untuk menjadi caleg. Bila tidak, apa yang bisa saya lakukan membantu masyarakat dan memajukan tanah kelahiran ini? Tentu tidak akan signifikan. Makanya, penting sekali memiliki alat dan sarana untuk mewujudkan itu. Apa alat dan sarana itu? Tentu di DPRD Provinsi Sulteng.

Inilah motivasi awal, motivasi dasar saya. Selain itu, saya ingin betul-betul membangun daerah ini supaya lebih maju dengan memperjuangkan anggaran-anggaran di APBD Provinsi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat .
Hal itu hanya bisa dilakukan bila saya menjadi anggota DPRD Provinsi Sulteng. Makanya saya menawarkan kepada masyarakat untuk berjuang bersama saya, karena tidak semua orang punya kesempatan untuk maju sebagai caleg. Saya ingin bersama warga masyarakat Dapil III Sulteng, maju bersama supaya masyarakat lebih sejahtera. Inilah secara umum motivasi dan latar belakang kenapa saya maju menjadi caleg.

Intinya, saya ingin wakafkan hidup untuk memperjuangkan nasib masyarakat yang saya wakili. Bukan untuk diri saya, tapi untuk semua.

– Dari kunjungan ke lapangan, bagaimana anda melihat Tolitoli-Buol sejauh ini?

Saya sering turun ke bawah, turun kepada masyarakat, hadir di tengah masyarakat. Bahkan menyajikan dalam pemberitaan sesuai profesi saya sebagai Jurnalis. Saya ajak mereka bicara, saya ajak diskusi, saya dengar suara mereka, saya dengar kata hati mereka, saya catat keinginan dan harapan mereka. Saya bersumpah dalam diri saya, bahwa semua harapan mereka akan saya perjuangkan. Secara umum kehidupan di daerah pemilihan yang akan saya wakili, kehidupannya masih banyak yang prasejahtera dan tidak sedikit yang masih kategori miskin atau butuh bantuan.

Kondisi ini membuat saya semakin bersemangat untuk bisa segera memperjuangkan kehidupan mereka, membela hak-hak mereka. Karena impian dan harapan saya adalah bisa menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, yang penting pemerintah hadir memfasilitasi melalui dana APBD. Inilah tugas kewajiban saya nantinya, memastikan APBD Provinsi Sulteng untuk kesejateraan masyarakat. Ini semua akan saya perjuangkan supaya Kabupaten Tolitoli-Buol, mendapat porsi pembangunan yang cukup agar bisa membangun sumber daya manusia serta membangun sarana prasarana dan infrastruktur yang dibutuhkan.

– Apa persoalan mendasar yang dihadapi sekarang ini?

Persoalan mendasar bagi masyarakat Dapil III Sulteng secara umum hampir sama dengan daerah lainnya. Banyak permasalahan yang timbul. Tapi inti dari semua permasalahan itu adalah, rendahnya kesejahteraan, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat atau masalah ekonomi. Termasuk, daya beli dan lapangan kerja. Inilah yang paling harus difokuskan. Jika mengurai semua masalah, akarnya ekonomi. Makanya kita fokus di situ, meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.

Bagaimana langkah konkret menyelesaikannya?

Langkah konkret menyelesaikan masalah itu, terletak bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat Kabupaten Tolitoli-Buol.
Hal paling penting itu adalah, bagaimana suntikan APBD Provinsi. Makanya, saya mengajak semua bersama-sama untuk melangkah bersama demi Tolitoli-Buol yang lebih maju dan berkualitas.

– Apa potensi yang perlu dikembangkan di Tolitoli-Buol guna menyelesaikan persoalan yang ada?

Bicara potensi, kabupaten Tolitoli-Buol ini punya banyak potensi. Tapi, potensi yang kita miliki cukup beragam dan banyak. Ini semua bisa kita maksimalkan pemanfaatannya untuk masyarakat. Selama ini, Tolitoli-Buol didominasi pertanian, perkebunan dan perikanan. Komoditi pertanian dan perkebunan masih yang paling besar.
Perlu ada sumber ekonomi baru, kita harus fokus membesarkan dunia pariwisata. Terlebih, Tolitoli-Buol memiliki keindahan alam yang sangat mewah untuk di pandang. Tapi, belum terjual atau terpromosikan secara baik. Belum juga dikelola dengan baik supaya menjadi tujuan kunjungan wisata. Makanya, salah satu andalan sumber ekonomi ke depan adalah mengelola pariwisata dan menjadikannya sumber pendapatan.

– Seperti apa bentuk perjuangan yang akan anda lakukan nanti?

Bentuk perjuangan yang saya lakukan tentu perjuangan yang baik, perjuangan yang all out, dan tidak mengenal menyerah. Bila nanti terpilih menjadi anggota DPRD Sulteng, saya akan aktif berkomunikasi dengan pihak-pihak eksekutif yang menyusun anggaran dan program di APBD Provinsi. Saya bakal pastikan bahwa daerah yang saya wakili tidak boleh ketinggalan alokasi APBD Provinsi.
Untuk bisa mengimplementasikan apa-apa saja yang saya sampaikan di atas. Fokus saya nanti, membangun komunikasi politik baik itu dengan Gubernur maupun dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi Sulteng. Hal ini saya lakukan agar alokasi anggaran untuk daerah yang saya wakili, betul-betul masuk dan teralokasi. Itu perjuangan saya di DPRD Provinsi nanti.

– Bagaimana keyakinan Anda, bisa memenangkan pileg nanti?

Keyakinan tentu harus dibangun dan dipupuk. Tanpa keyakinan, maka pekerjaan kita akan terasa berat. Keyakinan itu justru modal awal untuk bekerja bersama masyarakat. Tanpa keyakinan, maka kita tidak akan percaya diri untuk dekat dengan masyarakat. Jadi masalah keyakinan, ya harus yakin penuh. Maka keyakinan akan menjadikan kita semangat. Semangat akan membuat kita terasa ringan bekerja, maka kita akan selalu punya energi untuk datang kepada masyarakat dan mendengar suara masyarakat.

– Terakhir, dukungan keluarga atas keputusan anda maju jadi caleg?

Terkait keluarga, tentu menjadi yang nomor satu bagi saya. Restu dan izin dari istri tercinta yang selalu setia mendampingi saya mengarungi hidup ini adalah mutlak. Doa anak-anak dan orangtua saya, tentu menjadi energi tak terhingga bagi saya. Mereka adalah kumpulan semangat dan kumpulan energi bagi saya. Sekalipun sampai hari ini saya masih dirundung duka karena selain ibu mertua, jasad anak sulung saya hingga saat ini belum juga ditemukan akibat likuifaksi medio 28 September 2018 yang meluluhlantakkan Perumnas Balaroa Kota Palu. Namun saya kini telah ikhlas. Saya tidak ingin larut dalam kesedihan. Saya harus bangkit bersama masyarakat Tolitoli-Buol.
Alhamdulillah, semua keluarga mendukung langkah saya untuk maju di kancah politik. Mereka merestui saya bertarung menjadi wakil rakyat. Demikian juga keluarga lainnya, teman-teman, handai taulan, sanak famili dan semua orang terdekat dengan saya, mendukung dan memberi restu atas langkah saya. Tanpa restu mereka, saya tentu bukan apa-apa. Jadi, mereka semua ada bersama-sama dengan saya dalam dukungan dan dalam doa.

Penulis : Zhoel

loading...