Anggaran Penanganan Covid-19 di Touna Terhambat, Ini Penjelasannya

oleh -
oleh
Kadis Kesehatan Touna, Sovianur Kure

Sementara menurut Sovianur, sampai hari ini ada satu OPD yang masih menahan angaran sampai 900 juta, yang telah kami rencanakan di hapus. Sehingga jika hal tersebut masih saja terjadi menurut Sovianur akan disampaikan kepada Bapak Bupati melalui Sekda Touna.

Sovianur juga membacakan
total anggaran yang sudah ada yakni Rp 7,254.288.848 (Tujuh milyar,dua ratus lima puluh empat juta,dua ratus delapan puluh delapan ribu, delapan ratus empat puluh delapan rupiah), yang diambil dari perjalanan dinas disemua OPD kurang lebih Rp. 3.909.561.138 (tiga milyar sembilan ratus sembilan juta , lima ratus enam puluh satu ribu,seratus tiga puluh delapan rupiah) dengan presentase 8% angaran pengalihan kegiatan rapat perkumpulan orang banyak sekitar Rp 2,187.368.300 (dua milyar seratus delapan puluh tujuh juta tiga ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus Rupiah). Anggaran tersebut akan dialokasi dan distribusikan ke Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Kecamatan dalam menghadapi ketahanan pangan.

Selanjutnya, Dinas Pertanian di alokasikan angaran sekitar 1 milyar untuk ketahan pangan dan sudah masuk beras sekitar 30 ton. Kemudian untuk alokasi untuk kecamatan sesuai keputusan hasil rapat awal 50 Juta rupiah.

Sovianur menambahkan, pihaknya semntara melakukan pertimbangan dan kordinasi bersama kabupaten sekitar dan provinsi bahwa semua perjalanan dinas di triwulan dua semua akan dilakukan pemangkasan.

“Pergeseran anggaran ini akan mempertimbangkan realisasi APBD, dan yang pasti tidak mempengaruhi. Kami tidak pernah menghambat angaran yang ada.” Pungkasnya. (Jefry)