Bejat, Tersangka ND Perkosa Anak Tirinya 50 Kali

oleh -
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erfandy Rusly Quiliem (kanan), menitipkan tersangka ND (kiri), pelaku pemerkosa anak tirinya di kabupaten Donggala. Perkara ini telah dilimpahkan Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri Donggala. [ Foto ; Man ]

Palu, Posrakyat.com– Kejaksaan Negeri Donggala, melalui Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Donggala di Sabang, tengah melimpahkan perkara pemerkosaan anak tiri ke Pengadilan Negeri (PN) Donggala.

Aksi bejat dilakukan oknum orangtua terhadap anak tirinya tersebut, ternyata dilakukan sebanyak 50 kali. Pelaku diduga tergoda dengan kemolekan tubuh korban setelah beranjak remaja.

Kepala Cabjari Donggala di Sabang, Erfandy Rusly Quiliem SH MH  mengatakan,  perkembangannya berkas perkara pemerkosaan anak tiri itu sudah dinyatakan P-21, dan telah dilakukan tahap 2 kepada Penuntut Umum (PU) Cabang Kejaksaan Negeri Donggala, Jumat pekan lalu.

Kata dia, terkait perkara ini pun pihaknya telah menerima penyerahan dari anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Damsol.

“Benar, tersangka ND berikut dengan barang buktinya telah kami terima dari Kepolisian, akan kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Donggala untuk segera diadili. Adapun pasal yang diterapkan oleh JPU sebagaimana dakwaan adalah Primair Pasal 81 Ayat (3) Subsidiair Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 KUHP,” ungkap Erfandy saat ditemui di Kota Palu, usai menitipkan tersangka ND di Lapas Petobo Kelas IA di Palu.

Dia menyebutkan, berdasarkan kronologinya seorang lelaki paruh baya ND (65) di Kabupaten Donggala, tega memperkosa anak tirinya sendiri, berusia 16 tahun seorang pelajar SMA.

“Tersangka ND (65) yang sehari-hari berprofesi sebagai petani terungkap sudah sering melakukan perbuatan bejat tersebut, berawal sejak korban masih duduk di kelas 2 SMP atau tahun 2017,” terangnya.

Memnurutnya, perbuatan ND tersebut dilakukan tidak kurang 50 (lima puluh) kali sampai akhirnya terungkap pada November 2019.

Kata dia, berkat informasi dari HS yang merupakan sepupu ND berinisiatif melaporkan perbuatan ND tersebut hingga dilakukan penangkapan oleh aparat kepolisian.

Dalam keterangannya, kata dia, ND mengaku melakukan perbuatan itu, karena tergoda oleh kemolekan tubuh korban. Ironisnya, perbuatan ND, hampir selalu dilakukan didalam rumah, dan diketahui oleh istrinya sendiri, yang tidak lain merupakan ibu kandung korban.

Menurutnya, bahkan, dalam beberapa kesempatan ND melakukan perbuatan cabul tersebut di depan mata istrinya yang tidak dapat berbuat apa-apa karena kerap diancam akan  dibunuh oleh ND. Korban juga mengakui tidak dapat berbuat apa-apa apabila diminta oleh ND untuk melayaninya.

“Kau layani saya, kalau kau tidak layani, saya bunuh mamamu, ungkap korban menirukan ancaman ND kepada penuntut umum,” pungkasnya. (Man/ZF)

loading...