Belum Mendapatkan Bagian, Pihak Pemilik Tambak Udang Vaname Ancam Laporkan Investor Korea

oleh -78 views
Suasana Pertemuan Antara Pemilik Tambak Dan Investor Yang Dimediasi Kapolsek Bambalamotu Dan Kades Sarjo

Pasangkayu, Posrakyat.com – Konflik antara pemilik tambak udang vamame di desa Sarjo dan pihak investor asing masih berlanjut.

Berdasarkan MOU, kerjasama kedua belah pihak dilakukan sejak 2016, dan pengelolaan dimulai setahun kemudian tepatnya 2017 hingga 2018.

Tapi di tengah perjalanan, pihak pemilik tambak menduga ada kejanggalan yang dilakukan pihak investor asal Korea tersebut.

Pasalnya, 20 persen untuk pemilik tambak dari perjanjian bagi hasil setelah panen belum diserahkan pihak investor.

Beberapa kali dilakukan pertemuan kedua belah pihak, namun masih mengalami kebuntuan.

Sehingga Kepala Desa Sarjo, Suhardi dan Kapolsek Bambalamotu, Iptu Abdul Muttalib Carlos melakukan mediasi.

Masing-masing pihak dihadirkan di kantor Desa Sarjo, kecamatan Sarjo, kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Jumat (6/12), untuk menjelaskan duduk persoalan.

Mr.Vak bersama Eliana mewakili investor, sedangkan dari pihak pemilik tambak dihadiri Langga, M. Damisa dan Farham selaku juru bicara.

Meski saat pertemuan, pihak investor sudah memperlihatkan bukti pembukuan pengeluaran, namun perwakilan pemilik tambak, Farham belum puas.

Pada Pertemuan hari ini, kedua belah pihak mengumpulkan segala bukti-bukti pembukuan pengeluaran dari pihak investor.

Hingga kegiatan selesai, mediasi yang berjalan aman dan kondusif juga masih belum menemukan solusi.

Farham mewakili pemilik tambak saat dihubungi, menjelaskan bahwa pemilik tambak sudah lama resah.

Dimulai tahun pertama dan berlanjut ke tahun kedua, para pemilik tambak belum mendapatkan apa-apa.

“Keresahan pemilik tambak memuncak pada bulan lalu. Soalnya, hasil tambak Damise sudah habis terjual, bagi hasil tidak kunjung dilakukan pihak investor,” jelas Farham.

Sedang para pemilik tambak lain yang lahannya sampai saat ini belum dikelola, mengancam akan menarik kembali jika sikap perusahaan tidak jelas.

Ia menuding ada konspirasi antara investor dan pihak lain. Pasalnya, ia menemukan bukti setoran pihak investor ke salah seorang pejabat senilai Rp100 juta.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan beberapa nota pengeluaran yang mencurigakan.

Saat ini, pihaknya masih menunggu itikad baik investor asal Korea tersebut.

Jika para pemilik tambak belum mendapatkan bagian sesuai perjanjian, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

(Humas Polres Mamuju Utara dan Hasil Wawancara Perwakilan Pemilik Tambak)

Arham Bustaman

loading...