Berantas Korupsi, Kejari Donggala Terus Lakukan Gebrakan

oleh -227 views
Yuyun Wahudi SH., MH, Kepala Kejari Donggala. (Foto : Ist)

Rekanan Proyek Jembatan Tongoa yang Bersumber dari Anggaran BPJN XIV Palu Diduga Kabur


Donggala,Posrakyat.com – Kejaksaan Negri (Kejari) Donggala yang membawahi Donggala dan Sigi, di bawah kepemimpinan Yuyun Wahyudi S.H, MH terus lakukan gebrakan-gebrakan dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi. Kepala Kejari bekerja dibantun oleh Anggotanya, para Kacab, Kasi Intel, Kasi Pidsus dan staf.

“Walau keterbatasan anggaran kita tetap bekerja maksimal,” kata Kepala Kejari Donggala Yuyun Wahyudi SH., MH baru-baru ini.

Yuyun Wahyudi yang menjabat sejak 2 Agustus 2018 tahun lalu, tak mau lama lama menangani sejumlah kasus, ia langsung menjebloskan lima orang sekaligus, Kepala Dinas Sosial Donggala, PPTK dan sisahnya rekanan.

Penangkapan lima tersangka kasus dugaan korupsi Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) itu hanya selang beberapa bulan dia menjabat sebagai Kepala Kejari Donggala. Kerugian dalam kasus ini mencapai Rp700 juta rupiah.

Tak lama dari kasus itu, Kades dan Sekdes Palintuma, Kecamatan Pinembani juga dijebloskan ke penjara lantaran diduga terlibat tindak pidana korupi APBDes tahun 2015. Dalam kasus ini Kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta rupiah.

Lanjut, Sekretaris Dinas (Sekdis) Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Donggala, berinisial MR terseret dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2015. Dia menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejari Donggala, Kamis 25 April 2019 kerugian ditaksir capai Rp553 Juta rupiah.

Setelah itu mantan Kades Sioyong, Kecamatan Dampelas juga dijemput paksa oleh Tim Kejari Donggala usai melarikan diri akibat bencana gempa 28 September 2018 lalu karena Rutan Donggala terbakar.

Kepala Cabang Kejari Donggala Efendi Rusdi Quilem, SH., MH mengatakan dia sempat kabur dan menjadi DPO Rutan Palu selama setahun pasca gempa tersebut. Kerugian dalam kasu ini sekira Rp 90 jutaan.

“Tindak pidana korupsi Anggaran dan Belanja Desa pemerintah Desa Sioyong anggaran tahun 2015. Yang bersangkutan divonis penjara 2 tahun dengan denda 50 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan,” jelas Kajab Efendi.

Tak sampai disitu, Kejari Donggala terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh kontraktor proyek jembatan Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Pihak Kejaksaan terus mencari rekanan yang diduga kabur meninggalkan pekerjaan yang tidak selesai. Saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan. Proyek jembatan Tongoa tersebut menelan anggaran senilai Rp1,7 miliar tahun anggaran 2018 yang melekat pada BPJN XIV Palu.

Saat ini pihak Kejari Donggala melalui Kasi Pidum yang dipimpin oleh Palupi Wiriawan, SH juga sedang menangani sejumlah kasus tindak pidana korupsi.

Sementara itu soal pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)melalui Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Donggala yang dikoordinasi oleh Kasi Intel Muh. Rum dan Kepala Kejari Yuyu Wahudi sebagi penanggung jawab, tak henti-hentinya melakukan monitoring dan pencegahan dengan turun langsung ke lapangan hingga ke Pelosok Donggala dan Sigi.

“Sebelum proyek kerja kita sudah turun ke lapangan, kecamatan Rio Pakava di desa desa jalan sudah itu, sampai mobil oleng-oleng. Dari ujung barat ke ujung Utara, di Sojol, melakukan monitoring pekerjaan,” jelas Kejari.

Tujuan dari monitoring proyek APBD dan APBN di wilayah Donggala itu tak lain adalah agar tidak terjadi tindak pidana korupsi dalam mengelolah uang Negara, baik di rekanan maupun di Dinas terkait.

Sementara itu monitoring juga tak kalah menarik, selanjutnya dilakukan di Kabupaten Sigi tepat di wilayah Perbatasan Sulteng dan Sulsel.

“Sampai di ujung sana di Sigi, perbatasan Sulawesi Selatan sana kita monitoring proyek,” beber Yuyun.

Baru-baru ini Monitoring dilakukan pada proyek dalam bentuk pencegahan di Belakang Kanator DPRD Donggala dan kemudian di lanjutkan ke Palolo, Kabupaten Sigi.

Yuyun Wahudi selaku penanggung jawab, tak canggung ikut turun langsung bersama anggotanya membaur memantau seluruh proyek di Doggala dan Sigi meski medan yang cukup berat.

Reporter: Tim/SW

loading...