Beredar Rekaman Suara Prediksi Gempa 8 SR, BMKG Pastikan Itu Berita Bohong

oleh -

Posrakyat.com – Sebuah rekaman suara (voice note) viral dan tersebar di berbagai grup WhatsApp. Rekaman mengatasnamakan Andre itu terdengar akan terjadi gempa yang sangat besar yakni sekira 8 skala Richter (SR) yang disebabkan oleh letusan gunung kratau.

“Ini Andre, aku baru dapat kabar dari sekda provinsi, beliau dapat data resmi dari BMKG yang memperkirakan kalau Gunung Krakatau itu akan ada letusan yang mengakibatkan gempa dalam waktu dekat, belum tau hari ini atau beberapa hari atau beberapa minggu ke depan,” kata pria dalam rekaman voice note tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc mengatakan bahwa itu adalah berita bohong.

“Informasi mengenai akan terjadinya gempa 8 skala richter (SR) akibat letusan Gunung Krakatau dalam rekaman tersebut dengan menyebutkan bahwa sumber info dari BMKG adalah berita bohong (hoaks) yang tidak layak dipercaya oleh masyarakat,” kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Rahmat mengungkapkan bahwa rekaman yang berisi berita bohong itu sebelumnya sudah pernah beredar.

Sehingga kata dia, hal ini tidak perlu ditanggapi karena sengaja disebarkan ulang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan menciptakan kecemasan dan kepanikan masyarakat.

Oleh karena itu dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak meneruskannya rekaman berita bohong tersebut kepada pihak lain guna mata rantai penyebaran berita bohong ini terputus dan berhenti.

Serta, untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas gunung api masyarakat dapat menghubungi lembaga yang berwenang, yaitu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Sementara itu, untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas gempa tektonik, pastikan masyarakat mendapat informasi dari lembaga yang berwenang, yaitu BMKG.

“Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan atau magnitudo gempabumi akan terjadi, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak percaya dengan ramalan gempabumi,” ujarnya. [Sumber : Kompas.com / ZF]