Cegah Tumbuhnya Radikalisme Sejak Dini

oleh -
Tolak Radikalisme. Ist

Posrakyat.com – Tingakat perkelahian antar – pelajar semakin memprihatinkan. Terlebih lagi, siswa sudah berani melawan gurunya. fenomena ini sangat merisaukan karena mereka adalah generasi masa depan bangsa.

Guna menjaga generasi kedepan dari pengaruh radikalisme, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Hamid Muluk menilai bahwa pada tingkat pendidikan dasar perlu mengajarkan nilai – nilai integritas di dalamnya tertanam kejujuran, bertanggung jawab, konsisten dan kemandirian. Lalu nilai persatuan mengajarkan toleransi, hormat-menghormati serta sopan santun.

“Kalau nilai-nilai ini tertanam dengan baik, maka hasilnya adalah karakter yang kuat,” kata Hamdi dalam keterangannya, Rabu (27/3).

Dia member contoh di luar negeri, di mana pendidikan awal seperti TK, SD lebih banyak dengan kegiatan bermain lewat ekperimen seperti olah raga ataupun kesenian. Di situ juga diselipkan pendidikan nilai-nilai seperti toleransi, sportivitas, dan kompetisi.

“Harus seperti itu. Bukan malah menjejali anak murid yang masih kecil-kecil ini dengan hapalan di kelas yang tentunya membosankan,” tegasnya.

Selanjutnya, kata Hamdi, pendidikan agama perlu keluar dari pola yang dogmatis. Pendidikan ini harus mencerahkan anak-anak untuk menghargai kehidupan lebih demoktaris, toleran dan saling menghormati.

“Bukan malah dikasih doktrin kaku halal atau haram, kafir, sesat dan sebagainya,” tutur Anggota Kelompok Ahli BNPT bidang Psikologi ini.

“Supaya anak-anak tidak tumbuh dengan fanatisme agama yang ekstrem, karena ini yang menjadi bibit-bibit radikal teroris di masa depan. Guru-guru agama juga perlu ditatar ulang agar dapat mengajarkan kepada muridnya nilai-nilai agama yang santun dan menghargai antar-sesama umat,” tambahnya.

Untuk itu, Hamdi berharap dalam menghadapi era milenial sekarang ini pendidikan karekter harus ditanamkan dalam bentuk aktivitas-aktivitas kongkret seperti olah raga, kesenian, dan program kreatif.

“Jangan pakai pola indoktrinasi, kita harus kreatif mengemas pesan sesuai keinginan anak-anak milenial,” tuturnya.

Terakhir, kata Hamdi, lingkungan sosial, termasuk di rumah juga harus ditata. Peran keluarga, terutama orangtua harus menjadi teladan. Hamdi berharap pemerintah terus membenahi sumber daya manusia (SDM) dan program dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus ditingkatkan.

“Sekolah harus dibenahi, guru-guru jangan sibuk dengan nilai pendidikan akademis semata. Guru harus mengajar dengan hati, kurukulum dirombak, tingkat dasar pendidikan nilai dan karakter lebih dominan dibanding pendidikan skolastik,” tandasnya.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Zoel

loading...