Cemarkan Nama Baik, Pegawai Koperasi di Tarakan Bisa Penjara 7 Tahun

oleh -
Pegawai Koperasi Inisial SA. Foto: dokpri

Tarakan, Posrakyat.com  – Tidak terima namanya dicemarkan melalui akun facebook, nasabah salah satu koperasi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, akan mengancam akan malayangkan laporkan ke Polisi.

Pegawai koperasi yang diduga mencemarkan nama nasabah itu berama Sherly Adawiyah, dia memposting nasabahnya yang telat bayar sekitar Rp1juta.

“Kalau urusan pribadi harus diselesaikan secara baik-baik (bukan di posting). Ini pencemaran nama baik,” kata istri Nasabah Mama Cantika dihubungi Jumat (1/6/2019).

Sherly Adawiyah, memposting foto nasabah atas nama Fahrur Rozi dan istri Fahrur yang akrab disapa Mama Cantika.

“Kalau belum ada mau bayar pake apa, malah dia mengancam akan menyebarkan ke forum,” tambahnya.

Sherly Adawiyah terancam dipenjara 7 tahun dan denda 750 juta rupiah atas tindakanya mengancam dan mencemarkan nama baik seseorang dalam hal ini nasabahnya.

Jika ancaman tersebut melalui media elektronik, pelaku pengancaman dapat dikenakan pidana berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik(UU ITE) sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016) yaitu Pasal 29 UU ITE jo. Pasal 45B UU 19/2016, dengan bunyi sebagai berikut:

Pasal 29 UU ITE

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45B UU 19/2016

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

(TIM Liputan)

loading...