Di Sela Reses, Yusri Luangkan Waktu Tinjau Pelabuhan Tanasa

oleh -
Yusri Saat Reses Di Pangiang

Pasangkayu, Posrakyat.com – Setelah meninjau beberepa rumah warga yang rubuh akibat gempa tahun 2018 lalu, anggota DPRD Sulawesi Barat, Muhammad Yusri Nur dari dapil Pasangkayu, melakukan reses ke sejumlah titik.

Dimulai di desa Jengeng, kecamatan Tikke Raya, kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu 25 Januari 2020, ia menyerap aspirasi masyarakat.

Warga desa Jengeng menitipkan aspirasi berupa usulan normaliasi sungai. Karena bila musim penghujan tiba, air sungai meluap ke jalan dan kebun.

Karenanya, warga desa berharap agar masalah ini bisa mendapatkan perhatian dari pihak terkait baik pemerintah daerah maupun provinsi.

Kemudian ia melanjutkan kegiatan di luar masa sidang keesokan harinya di desa Pangiang dan Wulai, kecamatan Bambalamotu.

Bertemu warga di dua desa ini, Yusri menjelaskan beberapa hal menganai kewenangan pemerintah provinsi yang yang terdapat di daerah.

Pada kesempatan ini, ia juga menyerap aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur, pertanian dan lainnya.

Ia menyempatkan diri meninjau pelabuhan Tanasa di desa Pangiang, yang kini jadi sorotan tajam dari berbagai media dengan segala persoalan pelik di dalamnya.

Pelabuhan Tanasa yang berada di wilayah desa Pangiang, menurut warga kondisinya sangat memprihatinkan seperti selama ini dimediakan.

Ia cukup mengurut dada saat melihat langsung kondisi bangunan. Pasalnya, kata dia, biayanya cukup besar tapi di sisi-sisi bangunan banyak yang hancur.

Di Pangiang, bersama kepala desa Rizal, dia menyempatkan meninjau tanggul. Sebab, ini salah satu yang disampaikan warga yang sekira dibutuhkan tambahan panjang 800 meter.

Saat berada di Wulai, Baharuddin, warga di desa itu mengusulkan pembangunan jembatan dan jalan sekira 30 KM yang menghubungkan Lalundu, kecamatan Rio Pakava, kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Yusri menegaskan, status jalan tersebut masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Namun, ia berharap pemerintah dan warga desa mengusulkan ke pemerintah daerah untuk dijadikan status jalan provinsi.

“Agar bisa diperjuangkan, saya berikan solusi agar pemerintah dan warga desa menghadap ke pemda untuk perubahan status, dari daerah menjadi kewenangan provinsi,” tegas Yusri.

Kepala desa Wulai, Sahabuddin Samad meminta agar Yusri selaku anggota DPRD Sulbar juga dapat membantu sejumlah pembangunan masjid saat kunjungan kerjanya di desa ini.

Arham Bustaman

loading...