Diduga Bermasalah, Kejaksaan Tolitoli Diminta Periksa SPAM Tampiala

oleh -
Terlihat intake SPAM desa Tampiala tertimbun pasir menyebabkan air tidak dapat mengalir ke bak penampung. Kondisi ini dibiarkan saja tanpa ada upaya perbaikan dari kontraktor pelaksana. Foto: PosRakyat.com

PosRakyat – Dewan Pengurus LBH Progresif, Abd. Razak, SH meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan yang terjadi pada pembangunan Broncaptering Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Sulteng.

Salah satu sumber mata air yang digunakan dalam pembangunan broncaptering SPAM desa Tampiala. Sumber air ini adalah air panas bumi yang diduga mengandung belerang. Foto: PosRakyat.com

“Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pantauan kami di lokasi SPAM tersebut ditemukan banyak kejanggalan mulai dari penggunaan air yang bersumber dari air panas bumi, intake yang sering kali tertimbun pasir sehingga menyebabkan air tidak dapat mengalir hingga berhari hari, kemudian kedalaman jaringan pipa hanya kurang lebih 5 cm saja,” ungkap Razak, Jum’at 14 Januari 2022.

Tidak hanya itu lanjut Razak, pembangunan SPAM ini juga merusak infrastruktur jalan yang menghubungkan desa Tampiala dengan desa Angudangeng dimana tampak banyak bekas galian di badan jalan yang baru sekira tiga tahun lalu itu dilakukan perbaikan dengan anggaran miliaran rupiah. Adapun alasan dari penggalian badan jalan itu untuk pemasangan pipa ke rumah rumah warga.

“Badan jalan dirusak dengan alasan pemasangan jaringan pipa ke rumah rumah warga. Dan parahnya lagi aspal jalan tersebut dibiarkan begitu saja tidak dilakukan perbaikan. Ini jelas jelas pengrusakan.” Tegas Razak.

Tampak kerusakan jalan yang diakibatkan dari galian pipa SPAM desa Tampiala yang dibiarkan menganga tanpa dilakukan perbaikan kembali. Foto: PosRakyat.com
Tampak kerusakan jalan yang diakibatkan dari galian pipa SPAM desa Tampiala yang dibiarkan menganga tanpa dilakukan perbaikan kembali. Foto: PosRakyat.com
Tampak kerusakan jalan yang diakibatkan dari galian pipa SPAM desa Tampiala yang dibiarkan menganga tanpa dilakukan perbaikan kembali. Foto: PosRakyat.com

Olehnya itu kata dia, dengan berbagai kejanggalan pada pembangunan SPAM tersebut pihaknya meminta dengan tegas kepada pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pelanggaran hukum yang disinyalir telah merugikan negara,” ujarnya.

Selain itu, salah seorang warga masyarakat di desa Tampiala yang tidak ingin namanya di sebutkan oleh media ini mengaku bahwa persoalan yang dirasakan saat ini setelah pembangunan SPAM itu yakni terkadang airnya tidak mengalir sampai berhari hari karena tersumbat pasir.

“Intakenya sering tertimbun pasir jadi air tidak mengalir hingga satu Minggu lamanya. Itupun nanti masyarakat disini yang turun tangan sendiri menggali pasir itu barulah air bisa mengalir kembali,” ungkapnya.

Sementara, informasi yang diperoleh PosRakyat.com bahwa direktur CV Hidup Bersama yang mengerjakan proyek tersebut berasal dari kota Tolitoli bernama Susi, namun hingga saat ini enggan memberikan tanggapannya menyangkut pembangunan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli, Ir H Fajar Suko Syuhadha, MT saat dikonfirmasi soal PHO (Provisional Hand Over) pekerjaan tersebut tak bisa memberikan keterangan dan menyarankan kepada media ini untuk melakukan konfirmasi ke PPK, Anwar.

“Wa’alaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, Tolong Pak dapat konfirmasi langsung ke PPK nya. Pak Anwar,” ucapnya via chat WhatsApp, Kamis, 13 Januari 2022.

Tampak jaringan pipa SPAM desa Tampiala diduga hanya diletakkan di atas permukaan tanah. Foto: PosRakyat.com

Diketahui, proyek Pembangunan Broncaptering Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli ini terhitung kontrak sejak 17 Februari 2021 dengan waktu kerja selama 210 hari kalender.

Adapun anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan SPAM tersebut yakni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 di bawah kendali Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli dengan nilai Rp1.761. 918.000 (satu miliar tujuh ratus enam puluh satu juta sembilan ratus delapan belas ribu rupiah), dikerjakan oleh CV Hidup Bersama beralamat di jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng).***

Penulis: ZF