Diduga Tulangan Lantai Saluran di Jalan Lombok Tak Diselimuti Beton, Begini Kata Kabid Cipta Karya dan SDA PU Kota Palu

oleh -
Saluran di jalan Lombok, kelurahan Kamonji, Kota Palu. Foto: PosRakyat.com

PosRakyat – Proyek Peningkatan Fungsi Saluran Primer/Alur Alam di Sungai Manonda Wilayah 1, Kelurahan Duyu dan Kelurahan Kamonji Palu Barat, Kota Palu diduga tidak sesuai spek.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pekerjaan saluran tersebut tampak lantai saluran tidak dilakukan pengecoran langsung sehingga tulangan besi pada saluran itu diduga kuat tidak terselimuti beton.

Baca Juga: Diduga Bermasalah, Pekerjaan Saluran di Jalan Lombok dan Jalan Danau Talaga, Kota Palu

“Jika faktanya demikian jelas itu tidak sesuai spek, dan pekerjaan tersebut bisa jadi total loss,” kata salah seorang pemerhati kontruksi yang tak ingin disebutkan namanya oleh media ini, Selasa 1 Maret 2022.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya dan SDA Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Muhammad Nur Larisa ST, kepada PosRakyat.com menyebutkan bahwa lantai saluran itu menurutnya sudah terselimuti beton hanya saja kata dia lantai saluran itu di cor terpisah baru kemudian di turunkan satu persatu.

“Setelah dilakukan pengecoran dinding saluran, barulah lantai saluran itu di cetak di luar lalu diturunkan kemudian di susun di lantai saluran,” terang Muhammad Nur Larisa via telepon pada Senin malam, 28 Februari 2022.

Menurut dia, tidak benar jika tulangan saluran di jalan Lombok itu tidak terselimuti beton.

“Tulangan lantai saluran itu terselimuti beton, siapa bilang tidak? Itu tidak benar.” Ujarnya.

Diketahui, proyek tahun anggaran 2021 ini melekat pada Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu itu dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Bina Asta Tunggal, dengan nilai kontrak Rp3.259.040.289.00.

Dikutip dari fokusrakyat, Muhammad Nur Larisa menuturkan terkait proyek Peningkatan Fungsi Saluran Primer/Alur Alam di Sungai Manonda Wilayah 1 itu telah putus kontrak dengan bobot pekerjaan 40 persen. Sementara 60 persen sisa pekerjaan itu akan dilakukan lelang kembali.

“Setelah dikaji semua pekerjaan kurang lebih 40 Persen dilakukan optimasi dianggap 100 Persen,” jelasnya.***

Penulis: ZF