Dipersoalkan, CV Cahaya Karunia Serap Tenaga kerja di Bangkep, Sulawesi Tengah

oleh -
Kepala Cabang CV. Cahaya Kurnia, Soleh.

Bangkep, Posrakyat.com – Perusahaan yang bergerak di bidang budidaya mutiara di Desa Ambelang, Kecamatan Tinakung, Kabupaten Banggai Kepulauan serap puluhan tenaga kerja. Meski perusahaan ini dipersoalkan oleh LSM setempat.

Kepala Cabang CV. Cahaya Karunia, Soleh, tidak menapik dengan ada orang-orang yang mempersoalkan ijin perusahaan di lokasi tersebut.

“Ijin awalnya dikeluarkan oleh tingkat II (kabupaten), setelah keluar undang-undang 23 tentang pemerintahaan yang kongkrent (pemerintah daerah) diambil alih oleh tingkat satu (provinsi) sejak 2014,” kata Saleh Jumat (27/3/2020).

Kemudian kata dia, saat itu pihaknya akan memperpanjang ijin di kabupaten pada saat masa transisi undang-undang 23 tersebut, pihak kabupaten menyarankan ke provinsi.

“Dan itu masa transisi, masih banyak daerah yang pada hari ini masih ngambang, kalau sulteng sudah (menerapkan). Jadi saya uruslah ijin lokasi,” jelasnya.

Setelah proses ijin lokasi diurus dengan memakan waktu yang cukup panjang, pihaknya juga mengurus ijin lingkungan di DLHD Provinsi Sulteng.

“Saya dapat baru dapat jawaban Penapisan (dari DLHD). Jadi kami segera buat analisis DPLH nya,” jelasnya.

Puluhan tenaga kerja terserap di perusahaan mutiara di Bangkep, selain itu pihaknya ada perusahaan di Desa Siatu, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una Una.

Perusahan ini sudah berjalan sekitar lima tahun di Sulawesi Tengah, yang dimana hasil mutiaranya di bawa ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Kami hanya mementingkan lapangan kerja. Karena jujur, kehadiran saya di sini karena orang di sini adalah eks Tomatsu (perusahaan mutiara beras di Bangkep dan Tojo Una una yang sudah tutup sejal lama) yang kerja mutiara, semua tutup,” tutunya.

Hinga kini perusahaan mutiara di ini masih eksis, hasil-hasilnya juga dinikmati oleh pihak perusahaan dan warga setempat. (S Wijaya)