LAKI P45 Sulteng Meminta Tipikor Polres Tolitoli Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Desa Oyom 

oleh -
IPDA. Ikadek Widhia Kartika putra, STK, Kanit Tipikor Polres Tolitoli (Istimewa)

Tolitoli, Posrakyat.com – Ketua Bidang Investigasi DPD Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Sulawesi Tengah (LAKI P45 Sulteng), Minhar meminta penyidik Tipikor Polres Tolitoli mendalami dugaan mark up terkait pembangunan jembatan gantung di desa Oyom, kecamatan Lampasio, kabupaten Tolitoli.

Pembangunan jembatan di Desa Lampasio diketahui menghabiskan anggaran Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Desa tahun 2017-2018.

“Kami meminta pihak Polres segera periksa pihak -pihak terkait atas dugaan mark up pada pembangunan jembatan gantung Desa Oyom yang menghabiskan angagaran yang lumayan besar itu, dan kami percaya pihak Tipikor Polres Tolitoli dapat bekerja dengan profesional demi tegaknya hukum di daerah ini.” Ujar Minhar ketua DPD Laskar Anti Korupsi 45 Sulteng.

Dia menambahkan, indikasi adanya dugaan penyimpangan pada pembanguanan jembatan tersebut, berdasarkan penelusuran pihaknya selama ini, fakta lapangan diduga hanya menghabiskan dana sekira seratus tiga pulu lima juta. Sebagaiamana ditemukannya sisa material dalam bentuk batu dasar pondasi bersama pasir yang ada dilokasi pekerjaan.

Selain itu, Minhar mengungkapkan, terkait ditemukannya sisa material pasir dan batu di lokasi tersebut, jika dinominalkan berdasarkan harga standar perkubikasinya kurang lebih senilai lima juta rupiah.

” Sisa material pasir dan batu untuk bahan pekerjaan jembatan yang ada di lokasi, sesuai harga umum di wilayah Desa Oyom kami perkirakan bernilai jutaan rupiah. Olehnya itu, kami berkesimpulan sesuai fakta di lapangan, dugaan mark up pada pekerjaan tersebut sangat kuat.” Ungkap Minhar

Olehnya itu, DPD LAKI P45 sulteng berharap sekiranya penanganan penyelidikan dugaan mark up pembangunan jembatan Gantung Desa Oyom bisa dapat ditangani dengan serius oleh penyidik Tipikor Polres Tolitoli.

Selanjutnya, Kanit Tipikor Polres Tolitoli,IPDA Ikadek Widhia Kartika putra,STK saat dimintai keterangan diruang kerjahnya pada Selasa, 16 April 2019 mengatakan penanganan pembangunan jembatan Gantung Desa Oyom yang mengunakan anggaran DD tahun 2017-2018 itu suda sementara dalam penanganan Tipikor Polres Tolitoli.

“Proses penyelidikian kami suda lakukan, begitu pun pemeriksaan terhadap saksi saksi untuk dimintai keterangan guna keperluan bahan penyelidikan selanjutnya.” Kata IPDA Ikadek Widhia Kartika Putra, STK.

Sebelumnya, Sekertaris Desa (Sekdes) Oyom, Junaidi bersama Kaur Pemerintahan Desa Oyom saat ditemui di ruangannya Selasa, 29 Januari 2019 lalu mengatakan, bahwa anggaran yang diusulkan kurang lebih Rp 500 juta anggaran DD tahun 2017-2018 itu untuk pembuatan jembatan Gantung, dan diketahuinya bahwa dana yang berhasil dicairkan buat pembangunan jembatan tersebut baru Rp 350 juta. Dana tersebut juga suda dibelanjakan berupa perlengkapan dalam bentuk labrang seharga seratus sepulu juta, pembuatan dua tiang penyangga yang telah dibangun oleh pemerinta Desa setempat.

“Permohonan pembuatan jembatan itu didua tahun anggaran DD tahun 2017-2018 kita usulkan Rp 500 juta. Dan setahu kami baru dicairkan sekira Rp 350 juta rupiah untuk pembelian tali labrang seharga Rp 120 juta dan dua tiang penyangga banguanan,” jelas Junaidi Sekdes Desa Oyom.

Penulis : Moh. Yusuf ( Sahar)

loading...