DPRD Harap Taman Nasional Tak Dibangunkan Fasilitas Maksiat

oleh -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Mohamad Ikhsan Kalbi.

PosRakyat – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Mohamad Ikhsan Kalbi meminta Pemerintah Kota Palu agar Bundaran Taman Nasional Jalan Hasanuddin Kota Palu dimanfaatkan sebagai sarana publik yang bisa menjadi ikon kota.

“Kami meminta kepada Pak Hadianto selaku Wali Kota supaya Bundaran Taman Nasional tidak dibangun fasilitas yang tidak bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Ikhsan Kalbi, beberapa waktu lalu.

Politisi Gerindra ini menekankan apabila Wali Kota Hadianto mengeluarkan kebijakan membangun fasilitas semacam tempat – tempat duduk santai atau plat deker yang dinilai tidak bermanfaat bagi kepentingan publik, maka dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat maksiat oleh kalangan tertentu.

Selaku pimpinan lembaga DPRD Kota Palu, Ikhsan Kalbi menyarankan, Bundaran Taman Nasional tersebut dibangun fasilitas publik yang bisa menjadi ikon kota, wadah masyarakat kota untuk berinteraksi, seperti berolah raga dan sarana hiburan bagi anak – anak.

“Buatkan ruang terbuka bagi publik. Bangunkan seperti air mancur yang menjadi pemandangan indah Kota Palu yang bisa dinikmati masyarakat umum,” katanya.

Jika itu dilakukan, lanjut Iksan Kalbi, maka manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Palu, bahkan bisa juga dinikmati masyarakat luar daerah. Ia meyakini kebijakan itu tidak akan merugikan pemerintah kota, sebab manfaatnya dinikmati secara langsung oleh publik.

“Itu akan bisa menjadikan Taman Nasional obyek wisata di Kota Palu yang mengundang masyarakat luar kota untuk datang sekedar istirahat dan foto – foto menikmati keindahan taman,” jelas Ikhsan Kalbi.

Harapannya, apa yang menjadi sorotannya ini dapat dipahami oleh Pemkota Palu bahwa tujuannya adalah semata – mata untuk kepentingan masyarakat umum. Sebab, ia mendapat kabar bahwa Bundaran Taman Kota akan dibangunkan sarana tempat duduk yang sedikit tertutup bagi masyarakat umum. Hal ini yang memicu dia untuk menyoroti jangan sampai Wali Kota Hadianto melakukan itu.***

Penulis : Bob