Dualisme LPM Pasangkayu, Kubu Afik Diklaim Tidak Sah

oleh -710 views
Pelaksanaan kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) lanjutan LPM Pasangkayu ke - enam yang dilenggarakan di Hotel Dwimulia, Sabtu (23/11/2019).(Foto:Dayat)

Palu, Posrakyat.com – Demisioner Lembaga Pelajar Mahasiswa (LPM) Kabupaten Pasangkayu tegaskan Kubu Afik atau ketua terpilih yakni Afik Yusfikar Alsam pada kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) LPM Pasangkayu ke – enam yang diselenggarakan pada Kamis (21/11/2019), di Aula Cabang HMI Kota Palu dinyatakan tidak sah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Demisioner LPM Pasangkayu, Tasrun kepada media ini, Sabtu (23/11/2019).

“Saya selaku ketua demisioner, menyatakan bahwa kegiatan Mubes yang telah diselenggarakan itu tidak sah dan tidak terlegitimasi. Pasalnya, kegiatan itu terkesan dialaksanakan secara mendadak. Kemudian, saya selaku demisioner juga tidak pernah diberikan undangan untuk mengahadiri kegiatan tersebut,” katanya.

Menurutnya, secara legalitas kelembagaaan dalam hal mekanisme pelaksanaan Mubes di LPM Pasangkayu sampai pada proses pemilihan ketua terpilih. Seharusnya, dihadiri dan disaksikan oleh ketua demisioner sampai pada penyerahan jabatan kepada ketua terpilih periode 2019-2021. Sehingga, dalam proses musyawarah itu di nilai cacat prosedur.

“Sebab dalam pelaksanaanya ada beberapa mekanisme yang tidak dijalankan. Kemudian, terjadi kesewenang-wenangan dalam menentukan presidium sidang tetap pada pelaksaan musayawarah itu di Aula Cabang HMI Kota Palu,” jelasnya.

Lanjut Tasrun, sebelumnya presidium sidang tetap sudah ditentukan dan ditetapkan sejak pelaksanaan Mubes LPM Pasangkayu yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Hanya saja dalam pelaksanaanya waktu itu tidak dapat terselesaikan sampai pada pemilihan ketua terpilih.

“Seharusnya, presidium sidang yang sudah terpilih sebelumnya, secara aturan sidang tetap menjadi presidium sidang pada kegiatan musyawarah lanjutan yang dilaksanakan baru-baru ini. Tapi, kenyataanya dilakukan penunjukan kembali presidium sidang baru. Tentu proses ini juga cacat prosedur,” imbuhnya.

Sementara itu, atas tidak terlegalitasnya kegiatan Mubes LPM Pasangkayu yang dilaksanakan di Aula HMI Cabang Kota Palu tersebut, dirinya selaku ketua demisioner melakukan kegiatan Mubes kembali LPM Pasangkayu ke – enam yang telah diselenggarakan pada, Sabtu (23/11/2019) di Hotel Dwimulia yang dihadiri oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu sekaligus mantan ketua LPM Pasangkayu, Lubis periode 2008-2010 serta dihadiri beberapa lembaga paguyuban kecamatan se Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat.

Pelaksanaan kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) kubu Afik LPM-Pasangkayu ke – enam yang diselenggarakan di Aula Cabang HMI Kota Palu, Kamis (21/11/2019).(Foto:Dayat)

(Dayat)

loading...