Dugaan Culas Proyek Jembatan Kampung Kuala CS di Kabupaten Tolitoli, Pihak PT TMJ Bungkam

oleh -
oleh
Lokasi pengambilan material di sungai desa Galumpang, dan pembangunan jembatan desa Galumpang serta pembangunan jembatan Bajugan. Foto: ZF/Posrakyat.com

PosRakyat – Proyek pembangunan dua unit jembatan di ruas Jalan Trans Sulawesi di kabupaten Tolitoli ditengarai menggunakan material pasir batu (Sirtu) tanpa izin.

Informasi diperoleh posrakyat.com dari warga desa Galumpang, bahwa PT. Tunggal Maju Jaya (TMJ) melakukan pengambilan material Sirtu di pinggiran sungai dusun Panyapu desa Galumpang kecamatan Dako Pamean kabupaten Tolitoli.

Menurut warga desa Galumpang, material Sirtu tersebut untuk digunakan pada pembanguan dua jembatan yakni di desa Bajugan dan di desa Galumpang.

Baca Juga: Rawan Bencana, Warga Hentikan Pengambilan Material Sirtu di Pinggir Sungai untuk Proyek Jembatan yang Dikerjakan PT TMJ

Baca Juga: Pererat Hubungan, Kakanwil Kemenkumham Sulteng dan Kepala Imigrasi Palu Kunjungi PWI Sulteng

“Sejak lama mereka sudah ambil material disini, tapi begitu ada keluhan dan larangan dari warga mereka ambilnya kadang – kadang saja. Tapi semenjak mayoritas warga menolak, mereka sudah berhenti beraktifitas di lokasi itu,” tutur salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Diketahui, proyek dengan nama paket Penggantian Jembatan Kampung Kuala CS,  bernilai kontrak sebesar Rp. 17. 032. 014. 254. Proyek tahun anggaran 2023 ini dikerjakan oleh PT Tunggal Maju Jaya (TMJ).

Paket pekerjaan tersebut melekat pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Tengah, di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.