FPPD Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Proyek Air Bersih Balaesang

oleh -212 views
Tampak bak penampung proyek SPAM IKK Balaesang yang tidak selesai dikerjakan, [Foto : Posrakyat.com]

Proyek Air Bersih Balaesang Tidak Selesai, Diduga Dibayarkan 100 Pesen


Donggala, Posrakyat.com – Proyek air bersih di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala menjadi sorotan sejumlah pihak. Pasalnya, pekerjaan yang terlaksana pada tahun 2018 itu hingga kini tidak bisa dimanfaatkan oleh warga setempat dikarenakan pekerjaan tersebut belum rampung sepenuhnya.

Salah seorang warga dusun 5 Sibantaya, Desa Labean yang menginginkan namanya tak disebutkan mengatakan, selama ini yang dikerjakan oleh kontraktor hanya bak air dan sejumlah bahan seperti pipa serta rangka baja. “Kalau galian untuk pemasangan pipa itu tidak pernah dilakukan”. Ungkapnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, bahan pipa yang terlihat dilokasi saat ini awalnya berserakan begitu saja, karena khawatir hilang, sehing ia segera mengamankan dengan cara dikumpulnya pipa tersebut dan disimpan didepan rumahnya.

“Supaya tidak hilang diambil orang, saya kumpul pipa itu dan saya amankan disini karena ada beberapa yang sudah hilang. Pikir saya kalau pekerjaan ini dilanjutkan lagi pipanya masih ada tidak perlu beli lagi.” Ujarnya.

Selanjutnya, informasi yang diperoleh oleh media ini, proyek tersebut adalah Peningkatan SPAM IKK Balaesang, pada Dinas PUPR Kabupaten Donggala, sumber dana DAK Reguler tahun 2018, dan dikerjakan oleh CV Rizky Utama Mandiri dengan nilai pagu Rp. 1. 105.173.000,.

Sementara, Ketua  Front Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulawesi Tengah, Eko Arianto, berharap hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan pasti untuk merampungkan pekerjaan tersebut sehingga masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaatnya.

“Ini jelas merugikan masyarakat, pemerintah kabupaten Donggala  harus mengambil sikap,  sebab  hal ini menyangkut kebutuhan pokok masyarakat,” kata Eko pada Posrakyat.com,  Selasa ( 29/10/2019).

Selain itu,  lanjut Eko, proyek yang tampak terbengkalai itu diduga kuat telah terjadi pelanggaran hukum dan disinyalir ada kerugian negara yang ditimbulkan. Olehnya kata dia,  diharapkan kepada aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan.

“Aparat penegak hukum baik itu pihak kepolisian maupun kejakasaan kita minta agar hal ini dapat segera diusut tuntas. Apalagi informasinya pekerjaan itu tidak selesai namun telah dibayarkan seratus persen,” tegas Eko.

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas PUPR Kabupaten Donggala, Safrullah saat dihubungi via WhatsApp (WA) mengatakan, terkait dengan Pekerjaan Peningkatan SPAM IKK Balaesang, menurutnya telah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng.

“Paket tsb sudah diperiksa oleh BPK, hasilnya sesuai yang dimuat dalam laporan hasil pemeriksaan BPK.” Pungkasnya.

Tampak bak penampung proyek SPAM IKK Balaesang yang tidak selesai dikerjakan, [Foto : Posrakyat.com]
Pipa proyek SPAM IKK Balaesang yang tidak terpasang dan diamankan warga Desa Labean. [Foto : Posrakyat.com ]
 

Penulis : Zoel

 

loading...