Garda Pemuda NasDem Angkat Bicara Soal Relokasi Nelayan di Donggala

oleh -
Ketua Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Donggala, Jamil M. Syah, saat berkunjung ke pesisir pantai Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Donggala. (Foto : Ist)

Donggala, Posrakyat.com – Ketua Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Donggala, Jamil M. Syah, angkat bicara soal relokasi nelayan di Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Jamil menilai perelokasian tersebut berdampak pada mata pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Tg. Padang. Pasalnya, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Hal ini bertentangan dengan relokasi hunian tetap yang dilakukan pemerintah sebagai kelanjutan bantuan bencana tsunami, gempa, dan likuifaksi 2018 lalu.

Pemerintah melakukan relokasi dengan jarak yang cukup jauh dari pesisir pantai. Akibatnya, nelayan kesulitan dalam melakukan pekerjaan mereka juga membahayakan aset mereka seperti mesin katinting, perahu, dan pukat/jala.

Jika hal ini terus dilakukan, dikhawatirkan akan tercipta kemiskinan terstruktur dari pemerintah. Pasalnya, ada kurang lebih 50 Kepala Keluarga yang terdampak relokasi tersebut.

Lagi, diketahui bahwa tidak adanya kesepakatan tentang relokasi dan pembelian lokasi antara nelayan dan pihak berwenang.

Oleh karena itu, Jamil berharap tindak lanjut pihak berwenang terkait masalah ini.

“Olehnya, meminta BNPB dan PUPR Kabupaten Donggala untuk menghentikan relokasi yang menjauhkan mereka dari pesisir pantai sebagai sumber penghidupan dan laut sebagai spirit hidup mereka,” Ungkapnya pada hari Senin (3/8/2020).

Selain itu, ia juga menyarankan kepada pihak berwenang untuk mendesain tanggul dan reklamasi serta rumah panggung tahan gempa sebagai alternatif yang dapat dilakukan.
[RE/ZF]

loading...