Hentikan Penyelidikan CSR Bank Sulteng, Fahrul Baramuli: Sudah Koordinasi Dengan Jamwas Kejagung Wilayah IV

oleh -

PosRakyat – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Nahdatul Ulama (NU) Tolitoli, Fahrul Baramuli melakukan koordinasi dengan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) wilayah IV Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan  meminta untuk melakukan penyelidikan terhadap Kajati Sulteng Jacob Hendrik Pattpelohy terkait penghentian penyelidikan bantuan Covid-19 dari Bank Sulteng Cabang Tolitoli sebesar Rp.1.017.400.456.

“Terkait penghentian penyelidikan CSR, kami langsung koordinasi dengan Jamwas wilayah IV Kejagung RI, pak Andri, meminta untuk lakukan penyelidikan terhadap Kajati Sulteng,” tegas Fahrul Baramuli.

Dihentikannya penyelidikan bantuan Covid -19 CSR Bank Sulteng kata Fahrul dinilai sangat janggal dan diduga tidak mengguna hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI padahal di LHP BPK RI jelas jelas ada beberapa pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana korupsi dan berdampak pada kerugian negara.

“Kami menilai penghentian penyelidikan sangat janggal dan menjadi tanya besar di tengah masyarkat terkait profesionalisme Kajati Sulteng dalam menangani perkara perkara korupsi,” katanya.

Fahrul Baramuli juga mendorong Jaksa Agung RI melalui Jamwas wilayah IV untuk “mencopot” Kajati Sulteng Jacob Henrik Pattpelohy karena di anggap telah melakukan “pembiaran” terhadap kasus bansos covid 19 yang di duga telah terjadi korupsi.

“Jadi kami menilai bahwa ini tidak sesuai dengan semangat presiden RI, bahwa kalau masalah covid 19, tidak boleh ada kelalaian. Apalagi di korupsi, karena saat ini negara lagi dalam upaya penanganan serius terhadap pandemi dan masyarakat sangat terdampak akan pandemi ini,” pungkasnya.

Sementara Kasi Penkum Kejati Sulteng Reza Hidayat di konfirmasi media ini rabu 5 Januari 2022 mengatakan bahwa penyelidikan perkara dana CSR Bank Sulteng Tolitoli telah dihentikan karena tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk ditingkatkan ketahap penyidikan.

Salah satu alasannya kata Reza Hidayat adalah karena harga sembako yang dilaporkan oleh pihak penyedia telah sesuai dengan daftar harga dari Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli dan harga di toko sembako Kabupaten Tolitoli selain itu penerima sembako juga telah sesuai dengan yang tercantum di dalam daftar penerima bantuan.***

Penulis: RM