PosRakyat – Panjang ruas jalan nasional di Sulawesi Utara (Sulut) 1682,41 kilo meter (km) sudah bersertifikat 90 persen, sebagai hak pakai dan diharapkan dapat mencapai 100 persen pada tahun ini.
Demikian disampaikan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut, Hendro Satrio MT., ST ketika diwawancarai wartawan media ini usai pertemuan dengan sejumlah awak media bersama LSM dan aktivitas diruang aula lantai 4 Selasa kemarin, yang dilaksanakan Setiap 2 Minggu.

Baca Juga: Timbunan Urpil Bercampur Akar Kayu, PT AKAS dan BPJN Sulteng Acuh
Baca Juga: PPK dan Rekanan Diduga Konspirasi Paksakan PHO Proyek Jalan Trans Sulawesi
“Iya terima kasih, untuk jalan nasional di Sulut karena sudah bersertifikat 90 persen dan kami berharap agar tahun ini akan segera mencapai 100 persen,” kata kabalai Hendro Satrio.
Sertifikat ini lanjutnya, dari panjang ruas jalan nasional di Sulut yakni 1682,41 kilo meter belum termasuk 6 jalan provinsi yang baru statusnya ditingkatkan menjadi jalan nasional.
Adapun jalan yang ditingkatkan tersebut yakni akses jalan menuju terminal Boroko kabupaten Bolaangmongondow Utara (Bolmut) Dengan panjang 800 meter ,Simpan jalan Soekarno merupakan akses penting Ke Tol air madidi sepanjang 1,3 Kilo akses tol air madidi simpang Tondano 1,8 kilo akses jalan likupang Minahasa utara 2,8 kilo kemudian lingkar luar Manado (MOORR1) Sepanjang 10 kilo dan lingkar luar kota Manado II sepanjang 6,3 kilo.
Baca Juga: Praktek Culas di Proyek Jalan Trans Sulawesi
Baca Juga: Dituduh Curi Mobil Sendiri, ART Gugat Perdata Rp 35 Miliar
“Kami mengusahakan sertifikat hak pakai jalan nasional di Sulut bisa mencapai 100 persen, diluar ketambahan 6 status jalan provinsi yang ditingkatkan menjadi jalan nasional, ” terang Hendro.
Sementara, terkait pekerjaan akses jalan pinagoluman bendungan pindol menuju Dumoga Utara saat ini pihaknya telah mengerjakan pengaspalan sepanjang 5 kilo meter (km) dan dipastikan jalan sepanjang 11,5 km ini akan segera tuntas, tambahnya.
Selain itu, Kabalai Hendro mengatakan akan ada peresmian bendungan pindol oleh Presiden Joko Widodo pada akhir bulan November.
“Pasti kami akan segera selesaikan sebelum kunjungan kerja dari Presiden Joko Widodo, ” bebernya.
“Tak hanya itu, ada beberapa jembatan yang nantinya akan direnovasi supaya terlihat baik saat kunjungan Presiden,” tutupnya.***
Penulis: Nurnas




