Jalan Rusak dan Infrastruktur Buruk Sambut Kunjungan Menteri Transmigrasi di Lembantongoa Sigi

Redaksi
Kunjungan kerja Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara ke UPT Lembangtongoa kabupaten Sigi, didampingi Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Kamis (5/6/2025). Foto: Heru
A-AA+A++

PosRakyat — Kunjungan kerja Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, ke kawasan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Lembantongoa, Kabupaten Sigi, diwarnai kondisi jalan yang memprihatinkan. Rombongan menteri dan pejabat daerah harus berjibaku melewati jalan berlubang, berbatu, dan belum diaspal saat menuju Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo.

Menteri Transmigrasi tiba di Palu pada Kamis (5/6) dan didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Bupati Sigi Rizal Intjenae, Kapolres Sigi, Dandim 1307 Kota Palu, serta jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten. Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PPKTrans), Darmawasyah, ST, M.Si, turut serta dalam kunjungan ini.

Setibanya di Dusun Tokelemo, rombongan langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: infrastruktur dasar yang belum memadai. Selain akses jalan yang rusak, wilayah ini juga merupakan zona blank spot jaringan seluler.

Keluhan Warga: Jalan Rusak, Listrik Terbatas, dan Sertifikat Tanah Belum Jelas

Dalam dialog bersama warga, Menteri Transmigrasi mendengarkan berbagai keluhan, mulai dari buruknya layanan kesehatan, belum tersedianya jaringan listrik dari PLN, hingga tidak adanya tenaga kesehatan yang menetap. Warga juga mengeluhkan status kepemilikan lahan usaha (LU 1 dan LU 2) yang belum memiliki sertifikat karena terkendala status kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

“Kami hanya memiliki sertifikat pekarangan, sementara untuk lahan usaha belum ada alas hak karena masuk kawasan HPT,” ujar salah satu warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Iftitah yang merupakan lulusan Akmil 1999 dan pensiun dini dari TNI AD pada 2023 itu, langsung meminta Dirjen PPKTrans untuk mencatat dan mencari solusi konkret.

“Soal jalan, saya sudah lihat langsung. Tidak perlu dilaporkan lagi. Ini harus kita tindak lanjuti lintas sektor, termasuk lewat program Infrastruktur Jalan Desa (IJD),” tegas Menteri M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Untuk persoalan listrik dan jaringan komunikasi, Menteri meminta Gubernur Sulawesi Tengah menindaklanjutinya.

Gubernur Anwar Hafid merespons dengan menjanjikan optimalisasi program-program strategis Pemprov Sulteng, seperti BERANI Menyala (listrik), BERANI Sehat (kesehatan), BERANI Lancar (infrastruktur), dan BERANI Pintar (pendidikan).

Harapan di Tengah Keterbatasan: Kopi Tokelemo Tembus Pasar Nasional

Meski diliputi berbagai persoalan, Dusun Tokelemo juga menyimpan potensi ekonomi dari sektor pertanian, khususnya kopi. Salah satu petani, Jumiran, mengungkapkan keberhasilannya mengembangkan produk kopi lokal yang kini sudah tembus ke pasar nasional.

“Alhamdulillah, kami bisa produksi 200–300 kg saat panen raya. Pasarnya sudah sampai Medan, Kalimantan, bahkan Jawa,” kata Jumiran, yang mengaku terbantu oleh dua motivator sukarela dalam proses produksi dan pemasaran.

Menteri Transmigrasi bersama rombongan juga menyempatkan diri meninjau lokasi pengolahan kopi dan memetik buah kopi di kebun milik warga.

Tanaman kopi di kawasan ini mulai dikembangkan sejak 2014 atas inisiatif Pemkab Sigi melalui dana aspirasi dari anggota DPRD Sigi saat itu, Torki Tura. Pada 2016, sebanyak 20.000 bibit kopi Robusta kembali disalurkan ke warga sebagai upaya menjadikan Tokelemo sebagai salah satu sentra kopi di Sulawesi Tengah.