Jual Gas LPG 3 Kg Diatas HET, Tersangka Ini Terancam 6 Tahun Penjaran

oleh -
Foto: Humas Polda Sulteng

PosRakyat – Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana minyak dan gas bumi berupa penyalahgunaan niaga gas LPG 3 kilogram.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng Kombes Pol Afrisal, S.I.K. melalui Wadir Krimsus Polda Sulteng Akbp Bagus Setiyawan, S.H., S.I.K., M.H mengungkapakan bahwa pengungkapan tersebut bermula pada hari jumat tanggal 09 april 2021 di Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Sulteng.

Dikatakan Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng ditemukan sebuah kios yang bukan merupakan Pangkalan resmi menjual tabung gas 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Personil melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan empat orang tersangka lain dengan inisial AM Alias PY, A alias PA, HT alias B, dan HKST Alias HK dan barang bukti 211 tabung gas LPG 3 kilogram, 2 unit kendaraan roda empat,serta beberapa dokumen,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Bagus mengatakan modus operandi para tersangka dengan sengaja menjual gas LPG 3 Kg diatas HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp.18.000 (delapan belas ribu rupiah).

“Tersangka menjual dengan harga Rp.33.000 sampai dengan Rp.35.000 per tabung dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.15.000 sampai dengan Rp.17.000 per tabung,” kata mantan Kapolres Morowali Utara ini.

Terpisah Kasubid penmas Bid Humas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari mengatakan atas perbuatannya para tersangka di jerat pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (f) uu RI nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungangan konsumen dan Pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 60.000.000.000,- (enam puluh milyar rupiah).”

“Dihimbau kepada pemilik pangkalan gas LPG khususnya 3 Kg masih dalam suasana wilayah kita dilanda pandemu covid.19 tidak menambahi beban hidup masyarakat dengan menjual Gas LPG 3 Kg diatas HET,” tutup Sugeng.***