KADIN Donggala Siapkan Kemitraan Perkebunan dan Pertanian

oleh -
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Donggala, Rahmad M. Arsyad. Foto: Istimewa

Donggala – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Donggala, Rahmad M. Arsyad dalam berbagai kesempatan berkomitmen mendukung pengembangan usaha di berbagai sektor. Di antaranya bidang perkebunan dan pertanian yang cukup potensial di Kabupaten Donggala dapat dikembangkan dengan melakukan kemitraan dengan menggandeng dunia usaha, kampus, lembaga riset dan development bagi pengembangan inovasi.

“Perlu pengolahan komoditi unggulan Donggala pada bidang pertanian, perkebunan dan kelautan. Dulu Donggala cukup dikenal sebagai penghasil kopra cukup besar dan potensi itu masih cukup, sehingga ke depan atensi itu masih memiliki peluang ke depan,” kata Rahmad belum lama ini.

Menurut Rahmad Arsyad, Kabupaten Donggala yang berpotensi di bidang pertanian dan perkebunan merupakan peluang bila dibuka kemitraan dengan berbagai pihak. Apalagi dengan adanya ibu kota negara yang baru di Kalimantan, ini merupakan kesempatan baik bagi Donggala untuk jadi pemasok akan datang.

Berdasarkan data pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala, menunjukkan besarnya potensi perkebunan kelapa yang ada di Kabupaten Donggala yang sejak lama menjadi sumber perekonomian cukup besar di antara sektor lainnya. Data yang ada di Kabupaten Donggala menunjukkan angka 28.139 hektare luas tanaman kelapa, belum termasuk diluar tanaman yang belum menghasilkan karena berbagai faktor ada sekitar 2.072 hektare. Sedangkan luas tanaman kelapa yang tidak menghasilkan 1.957 hektare disebabkan pohon sudah tua. Dari seluruh jumlah luas tanaman kelapa dalam di seluruh Kabupaten Donggala menghasilkan 28.453 ton setiap panen.

“Selain tanaman kelapa, terdapat pula tanaman pohon cengkeh mencapai 5.117 hektare dengan produksi berkisar 1.748 ton setiap musim panen dengan harga normal saat ini sekitar Rp 75.000 hingga Rp 80.000 yang sebelumnya pada pertengahan tahun 2019 lalu harga bunga cengkeh kering mencapai Rp 100.000, namun harganya turun saat musim panen,” ungkap Ishak Nazaruddin selaku Kasub Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Donggala.

Setelah cengkeh yang memiliki luas tanam, menyusul pula tanaman kakao dan kelapa sawit. Tanaman kakao memiliki luas tanam sekitar 30.595 hektare dengan hasil produksi 17.306 ton, namun dari jumlah tersebut terdapat 3.916 hektare tanam yang tidak menghasilkan produksi karena sudah rusak. Khusus tanaman kelapa sawit di wilayah Kabupaten Donggala terdapat di Kecamatan Rio Pakava dan sebagian di Kecamatan Dampelas, dan kelapa hibrida terbilang kecil hanya 313 hektare yang menghasilkan.

Penulis: Jamrin