Kadis PMD : BLT Dana Desa Harus Berupa Uang, Bukan Sembako

oleh -

TOUNA, PosRakyat.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tojo Una-Una menyampaikan, bantuan langsung tunai (BLT), dana desa (DD) tidak bisa diberikan dalam bentuk sembilan bahan pokok (Sembako).

Hal ini ditegaskan Moh.Nur Lasupu, dan Kabag Hukum Setda Touna, Aspan Taurenta SH kepada kades Luwok saat melakukan koordinasi tentang bantuan langsung tunai (BLT)
dana desa (DD) di kantor Dinas PMD Touna, Rabu (6/5).

Dia menerangkan, BLT dana desa seluruhnya harus diberikan dalam bentuk tunai dan non tunai atau transfer perbankan, bukan dalam bentuk Sembako.

“Ini menghindari kerumunan massa dan penyalagunaan anggaran dana desa (DD) BLT ,”ungkap Moh Nur Lasupu.

Hal itu juga dilakukan, sebagai salah satu cara pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Diketahui, metode percairan, akan dilakukan secara bertahap, mulai dari bulan Apil hingga bulan Juni 2020.

“Pada setiap bulannya, kepala keluarga (KK) menerima sebesar Rp.600.000. Jika ditotal seluruhnya, berjumlah Rp.1,8 juta ,”ujar Kadis PMD.

Sementara Kabag Hukum Setda Touna, Aspan Taurenta mengingatkan kepada para kades untuk dapat menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) sesuai mekanisme yang berlaku.

“BLT dana desa (DD)tersalurkan sesuai peruntukannya menjadi harapan besar pemerintah.

Namun demikian, kita ingat bahwa dana sebesar itu memiliki celah kerawanan dalam penggunaannya,”terang Kabag Hukum.

“Oleh karenanya, hal ini perlu kita pecahkan dengan serius. Paling tidak ada sistem yang melibatkan kalangan terkait, sehingga pendistribusian BLT dana desa dapat berjalan sesuai harapan kita bersama,”tutup Aspan. ( Jefry / S. Wijaya)

loading...