Kasasi Ditolak, Bank Sulteng Wajib Bayar Rp 915,7 Juta

oleh -
oleh
Azriadi Bachry Malewa, Kuasa Hukum Penggugat. Foto: Ist

PosRakyat – Permohonan kasasi Bank Sulteng dalam perkara perdata nomor 108/Pdt.G/2020/PN Pal ditolak Mahkamah Agung. Penolakan itu tertuang dalam Relaas Pemberitahuan Putusan Kasasi No. 1079 K/Pdt/2022 Jo No 56/PDT/2021/PT Pal Jo No. 108/Pdt.G/2020/PN Pal tertanggal Kamis (23/6).

Dalam amar putusan Mahkamah Agung itu disebutkan dengan jelas beberapa point putusan yakni menolak permohonan kasasi I Collis R Alui, menyatakan permohonan kasasi dari para Pemohon kasasi II yakni Kantor Kas PT. Bank Sulteng (BPD)-Bahomotefe dan PT. Bank Sulteng (BPD) tidak dapat diterima, serta menghukum pemohon kasasi I dan II untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sejumlah Rp. 500 ribu rupiah.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri kelas 1 A PHI/Tipikor/Palu telah menghukum Bank Sulteng, Kantor Kas Bank Sulteng Bahomotefe dan Collis R. Alui secara tanggung renteng untuk mengembalikan sisa uang milik penggugat atas nama Yuliawati M Yasin sebesar Rp. 728 juta ditambah kerugian materiil dari bunga bank selama 3 tahun sejak bulan Mei tahun 2017 sampai dengan bulan Mei tahun 2020 senilai Rp. 187,7 juta.

Azriadi Bachry Malewa, kuasa hukum Penggugat mejelaskan bahwa kliennya adalah warga Bahodopi, kabupaten Morowali yang mendepositokan uangnya pada Kantor Kas Bank Sulteng-Bahomotefe. Namun uang tersebut hilang akibat pencatatan palsu atas transaksi deposito milik kliennya.