Kasus Dugaan SPPD Fiktif Dinas Transmigrasi Kabupaten Tolitoli Mandek di Meja Kasi Pidsus

oleh -528 views
LAKRI Kabupaten Tolitoli. (Foto : Ist)

Tolitoli, Posrakyat.com – Ketua Lembaga  Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) kabupaten Tolitoli Octa Maryino Pertuack meminta kepada Kejaksaan Negeri ( Kejari) Tolitoli untuk segera melakukan penetapan tersangka terkait kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di dinas Transmigrasi.

Kasus  yang diduga  melibatkan kepala dinas Transmigrasi Kabupaten Tolitoli itu, menurut LAKRI Tolitoli terkesan “Tidur” di meja Kasi Pidsus alias tanpa kepastian yang jelas.

“kami meminta kepastian pihak Kejari Tolitoli terkait kasus ini, yang diduga melibatkan kadis Transmigrasi kabupaten Tolitoli agar serius menangani hal ini sehingga masyarakat tidak bertanya – tanya”. Ujar Octa kepada Posrakyat.com belum lama ini.

Selanjutnya, ketua LAKRI mengatakan, waktu penyidikan yang sudah cukup lama ini dianggap jalan ditempat. Padahal sejumlah saksi – saksi  telah diperiksa namun belum ada kepastian hingga saat ini.

“Atas nama lembaga meminta  kepada pihak  penyidik Kejaksaan  Negeri Tolitoli untuk  lebih Serius menyikapi  kasus ini mengingat waktu penyidikan sudah memakan waktu yang cukup lama. Olehnya kami menduga kasus ini ” TIDUR ”  dalam meja Kasi Pidsus”. Tegas Ketua LAKRI.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli Rustam, SH saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada Senin (21/9/2019) Pukul  9.00 Wita, mengatakan, bahwa penangan kasus tersebut masi berjalan hingga kini. Namun menurutnya pihak kejaksaan hingga saat ini juga tengah menagani kasus lain.

“Kami masih dalam pengumpulan data dan pengumpulan keterangan,  dan sampe saat ini pihaknya baru memeriksa saksi masuk di angka  Tiga Puluhan, dan kita juga masih fokus dulu untuk penyelesaian kasus pasar Salumbia. Selain itu, kami di kejaksaan Negeri Tolitoli juga  kekurangan personil “, pungkasnya.

Penulis : Tim

loading...