Kasus Korupsi Bendahara RSUD Moutong, JPU Bersikeras Tuntut 5 Tahun Penjara

oleh -
Alkaf SH, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Moutong. (Foto : Man)

Palu, Posrakyat.com- Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersikeras tetap menuntut lima tahun penjara kepada terdakwa Wirna Edwar Hanapi, terkait kasus korupsi terdakwa sebagai bendahara pengeluaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan nomor perkara 56/Pid.sus-TPK/2019/PN Palu, kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini kembali disidangkan di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Palu Jalan Samratulangi, Senin, 13 Januari 2020.

Alkaf SH, selaku JPU, yang juga menjabat Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Parimo di Moutong, mengatakan, kronologi kasus korupsi melibatkan terdakwa Bendahara pengeluaran di RSUD Pratama Moutong itu sudah beberapa kali disidangkan di PN Palu ini.

“Agenda sekarang ini (kemarin,red) kita mendengarkan pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa, akan tetapi intinya tuntutan kami (JPU) tetap 5 tahun penjara,” ungkapnya usai sidang pembacaan pledoi di PN Palu.

Dia menambahkan, selain tuntutan 5 tahun penjara itu, ada juga faktor lain ikut mempengaruhi tuntutan bagi terdakwa Wirna, yakni soal yang memberatkan dan meringankannya.

Kata dia, yang memberatkan itu terdakwa berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan kondisinya saat ini sedang hamil. Sedangkan yang meringankan terdakwa, selama ini berterus-terang tidak menghambat persidangan, dan mengakui kesalahannya di RSUD Pratama Moutong.

“Terus terang yang memberatkan kami itu terdakwa ini berstatus IRT dan kondisinya sedang hamil tua,” terangnya.

Menurutnya, pengembangan kasus korupsi kali ini sesuai pembacaan pledoi dari kuasa hokum, jelas terdakwa tidak bertanggungjawab seorang diri. Kuasa hukum menggiring adanya tersangka baru didalam kasus korupsi di RSUD Pratama Moutong ini.

“Nanti dilihat perkembangannya, apakah di dalam kasus ini ada tersangka barunya. Karena sidang pembacaan putusan kembali akan digelar 27 Januari 2020 nanti” pungkasnya. (man)

loading...