Kembalikan Keaslian Karya Maestro Hasan M. Bahasyuan 

oleh -
oleh
Laila Bahasyuan saat memperagakan tari PONTANU dengan gerak yang tepat. Foto: Jamrin AB.

PosRakyat – Puluhan seniman, pegiat budaya dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten se-Sulawesi Tengah mengahdiri Culture Forum Siprit Hasan Bahasyuan untuk Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah di Parigi (15-17/3). Culture Forum menajdi ajang silaturahim para pelaku seni budaya ini merupakan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong kerjasama Hasan Bahasyuan Institut (HBI).

Menyajikan acara seminar, Focus Group Diccution (FGD) dan workshop yang menjelaskan dan menggali tentang sosok dan kiprah Hasan Muhammad Bahasyuan (1930-1987) sang maestro kelahiran Parigi.
Direktur Eksekutif HBI, Zulfikar Usman dalam seminar menjelaskan tentang lahirnya HBI sebagai lembaga kebudayaan sejak 2008 merupakan wadah yang menjaga dan melestarikan karya Hasan Bahasyuan sebagai spirit kebudayaan dan patut diapresiasi.

“Belakangan hak-hak moral Hasan Bahasyuan cenderung diabaikan, ada banyak orang maupun lembaga yang menampilkan karya beliau tapi tidak menyebut nama pencipta karya, padahal harusnya tidak demikian,” jelas Zulfikar.

Karena itu kata Zulfikar, HBI hadir sebagai wadah bersama untuk melakukan pelestarian dan pemanfaatan karya-karya Hasan Bahasyuan, termasuk menjadi wadah pengembangan bagi seniman lainnya di Sulawesi Tengah.

Seorang pembicara dari kalangan akademisi FISIP UNTAD, Rizali Djaelangkara menyatakan kehadiran Hasan Bahasyuan dalam kiprah pembangunan kebudayaan Sulawesi Tengah, belum ada yang menyamai konsistensinya pada penciptaan karya tari maupun musik daerah.“Dalam setahun kita bisa melahiran puluhan doctor dan professor, tapi dalam seratus tahun belum tentu bisa lahirkan seorang seniman dan budayawan besar seperti Hasan Bahasyuan,” kata Rizali.