Palu, Porakyat.com – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mengirimkan jembatan Beiley (Jembatan darurat) ke Morowali, Sulawesi Tengah dan ke Konawe, Sulawesi Tenggara.
Hal itu menyusul putusanya jembatan Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara akibat diterjang banjir bandang yang terjadi sejak 2 Juni 2019 lalu di dua Provinsi ini.
“Kementerian PUPR mengirimkan Jembatan Bailey utk memulihkan lalu lintas yang terputus akibat jembatan mengalami kerusakan pasca banjir yg terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng),” demikian keterangan Kementrian PUPR melalui akun twitter resminya dikutip Posrakyat.com Senin (10/6/2019).
Jembatan bailey merupakan jembatan rangka baja yang umumnya digunakan sebagai jembatan darurat yang bersifat sementara. Oleh karena itu perlu dilakukan penggatian elemen kayu ke material baja agar dapat meningkatkan kapasitas dan masa layan jembatan.
Di Sultra, hujan deras mengakibatkan empat jembatan rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Rahabangga. Rusaknya Jembatan Asera di Kabupaten Konawe Utara yang melintas Sungai Lasolo mengakibatkan lalu lintas Kendari ke Batas Sulteng dan sebaliknya terputus.
Sementara satu jembatan lainnya yakni Jembatan Dampala di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulteng juga rusak akibat dihantam arus banjir.
Jembatan tersebut merupakan penghubung arus lalu lintas Trans Sulawesi antara Provinsi Sulteng dan Sultra. Kerusakan yang terjadi pada badan jembatan membutuhkan waktu untuk perbaikannya.
Kementerian PUPR mengirimkan Jembatan Bailey utk memulihkan lalu lintas yg terputus akibat #jembatan mengalami kerusakan pasca banjir yg terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).#PUPRTanggap pic.twitter.com/mm4v3b8r5B
— Kementerian PU (@KemenPU) June 10, 2019
Reporter: Situr Wijaya



