Kualitas Buruk Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kawasan Huntap Pombewe, Begini Kata PPK

oleh -
Kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng. Foto: Zulfitra/PosRakyat.com

PosRakyat – Proyek pengaspalan jalan dan drainase di wilayah Hunian Tetap (Huntap) Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dipertanyakan sejumlah masyarakat, karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Diketahui, pekerjaan jalan dan saluran drainase yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) di wilayah Hunian Tetap (Huntap) Pombewe itu terlihat sudah mengalami kerusakan. Seperti halnya pada item pengerjaan jalan yang baru saja selesai di aspal dibeberapa titik dan saat ini tampak sudah mengalami retak kulit buaya (Alligator Crack) dan ambles.

Terlihat jalan aspal di wilayah Huntap Pombewe sudah mengalami retak kulit buaya (Alligator Crack) dan ambles. Foto: PosRakyat.com

Selain itu, di tempat terpisah beberapa warga tidak jauh dari lokasi kegiatan itu juga mengaku ada kejanggalan terlihat saat proses pengaspalan, dimana sering mendapati para pekerja melakukan pengaspalan disaat hujan turun.

“Mereka (pekerja) kadang lakukan pengaspalan saat hujan. Kami juga heran kok dikerjakan hujan hujan begitu. Apakah tidak menurunkan kualitas dari aspal_nya?” Tanya salah seorang warga saat mengungkapkan kejadian tersebut pada PosRakyat.com beberapa waktu lalu.

Terlihat jalan aspal di wilayah Huntap Pombewe sudah mengalami retak kulit buaya (Alligator Crack) dan ambles. Foto: PosRakyat.com
Terlihat jalan aspal di wilayah Huntap Pombewe sudah mengalami retak kulit buaya (Alligator Crack) dan ambles. Foto: PosRakyat.com

Tak hanya itu, kata salah seorang warga sekitar yang tak ingin juga disebutkan identitasnya mengatakan bahwa item pengerjaan U-Ditch (saluran) yang sudah terpasang itu tampak dikerjakan asal-asalan dengan cara mencampur berbagai model u-ditch yang diduga berkualitas rendah.

“Ini patut dipertanyakan. Masa saluran dicampur dengan model berbeda. Kenapa tidak di seragam kan saja supaya rapih. Ini kelihatan acak – acakan dan kurang baik.” Ucapnya pada media ini.

Terlihat u-ditch yang terpasang di kawasan Huntap Pombewe berbeda model, dan dipasang asal-asalan. Foto: PosRakyat.com
Terlihat u-ditch yang terpasang di kawasan Huntap Pombewe berbeda model, dan dipasang asal-asalan. Foto: PosRakyat.com

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, ketua DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Sulteng, Moh Rifaldi sangat menyayangkan buruknya kualitas dari pekerjaan tersebut.

Menurut dia, bahwa pengaspalan jalan yang tampak retak kulit buaya dan ambles itu menandakan struktur timbunan kurang padat dan buruknya kualitas aspal sehingga menyebabkan kerusakan dini.

“Persoalan amblasnya jalan itu sebagaimana tampak di lapangan, menandakan timbunan belum maksimal kepadatannya lalu kemudian dilakukan pengaspalan sehingga menyebabkan kerusakan tersebut.” Kata ketua DPD JAMAN Sulteng kepada PosRakyat.com, Minggu 3 Oktober 2021.

Kemudian Rifaldi juga berharap agar proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kawasan Pombewe yang dikerjakan oleh salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp132.773.146.000,00 di bawa kendali Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah (Sulteng) itu sedapat mungkin bekerja dengan baik sebagaimana ketentuan.

“Jangan main – main dengan proyek ini. Kami akan terus pantau jalannya pekerjaan tersebut. Jika kemudian ada hal yang merugikan masyarakat dan negara dalam hal pelaksanaan kegiatan di kawasan Pombewe, tentunya kami tidak segan – segan laporkan hal ini ke pihak penegak hukum.” Tegas Rifaldi.

Menanggapi hal tersebut, pihak BPPW Sulteng melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Subaedi saat dikonfirmasi oleh PosRakyat.com mengaku akan memerintahkan pihak pelaksana untuk segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut.

“Waalaikumsalam. Betul pak. Kami sudah perintahkan pelaksana untuk memperbaikinya. Kami juga tdk akan menerima pekerjaan yang tidak memenuhi kualitas.” Kata Subaedi melalui WhatsApp kepada PosRakyat.com, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Lanjut Subaedi menyebutkan, bahwa terkait dengan item pengerjaan uditch itu sendiri memang sudah sesuai perencanaan awal dengan mutu beton yang sama yakni K350.

Terlihat u-ditch yang terpasang di kawasan Huntap Pombewe berbeda model, dan dipasang asal-asalan. Foto: PosRakyat.com

“Boleh. Desain awal menggunakan U ditch polos, karena kebutuhan u-ditch besar, maka digunakan u-ditch yang male female yang ready stock.” Katanya.
“Kerapihan pemasangan u-dicth akan diperbaiki.” Pungkasnya.***

Papan proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kawasan Huntap Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng. Foto: PosRakyat.com

Penulis: Zulfitra