Lakpesdam NU Tolitoli Sesalkan Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Penimbunan Minyak Goreng

oleh -
Polisi grebek gudang yang diduga minta menimbun minyak goreng di toko Rukun Sejahtera di Kabupaten Tolitoli. Foto: Ist

PosRakyat – Penyidik Polres Tolitoli menghentikan penyelidikan terkait dugaan penimbunan minyak goreng di salah satu gudang milik toko Rukun Sejahtera.

Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU Rijal kepada media ini menjelaskan, bahwa setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pemilik toko rukun sejahtera terkait dugaan penimbunan minyak goreng tersebut belum di temukan unsur yang menjurus ke tindak pidana.

Ia melanjutkan, bahwa stok minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang sebanyak 1400 kardus lebih itu sebagian sudah di order oleh pembeli dengan bukti faktur pembelian, dan akan di distribusikan secepatnya.

“Dari keterangan pemilik gudang stok minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang sebanyak 1400 kardus lebih, dan sebagian sudah ada pembelinya sesuai dengan faktur yang di perlihatkan kepada penyidik,” jelas IPTU Rijal, Jumat 18 Maret 2022.

Terkait penghentian penyelidikan oleh penyidik Polres Tolitoli, Ketua LAKPESDAM NU Tolitoli, Fahrul Baramuli geram dimana seharusnya penyidik tidak secepat itu menghentikan penyelidikan, karena fakta fakta yang menjurus ke unsur pidana sudah kelihatan.

Menurut dia, kenapa pemilik gudang sudah beberapa hari menyimpan stok nya sementara kelangkaan terjadi di mana mana, kemudian pada saat operasi pasar di Dinas Perdagangan pemilik gudang tidak menyerahkan semua stok yang ada, bahakan sejumlah swalayan yang ada di Tolitoli ketikan mau membeli minyak goreng kepada pemilik gudang rukun sejahtera dengan alasan stok kosong. Padahal setelah di temukan masih ada sekitar 1400 lebih kardus minyak goreng yang tersimpan.

“Kami sesalkan secepat itu penyidik menghentikan penanganannya, seharusnya penyidik juga memeriksa semua pemilik swalayan dan pihak Dinas Perdagangan Tolitoli, kemudian menyimpulkan apakah ada unsur pelanggarannya atau tidak,” sesal Fahrul Baramuli.

Fahrul juga menyebutkan ada pengakuan pemilik gudang, bahwa stok minyak goreng yang tersimpan di beli masih dengan harga subsidi, dan akan di jual dengan harga non subsidi atau melewati harga het.

“Penjelasan pemilik gudang yang sudah beredar luas di media sosial, bahwa stok minyak goreng yang ada di gudang di beli dengan harga subsidi, dan akan di jual dengan harga di atas het, ini kan sama dengan mencari keuntungan yang besar,” tuturnya.

Selain Persoalan dugaan penimbunan, kata Fahrul Baramuli pihak distributor diduga memanipulasi data stok penerimaan, dimana data yang dilaporkan pada Dinas Perdagangan oleh fistributor pada 8 Maret 2022 sebanyak 12.096 dus. Sementara keterangan pihak Distributor kepada penyidik Polres Tolitoli yang di sampaikan Kasat Reskrim kepada media ini stok yang di terima pada bulan Maret 2022 sebanyak 13.180 dus.

Dugaan manipulasi sama dengan melanggar Undang undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan jelas di atur pada pasal 108 dimana pelaku usaha yang melakukan manipulasi data dan atau informasi mengenai persediaan barang kebutuhan pokok dan/ atau barang penting sebagaimana di maksud pada pasal 30 ayat 2 di pidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan atau pidana paling banyak Rp 10 miliyar,” beber Fahrul.

Penulis: RM