Limbah Medis Berserakan di TPS Bunta

oleh -40 views
Tampak limbah medis di TPS Puskesmas Bunta. (Foto:Jef)

Bunta,Posrakyat.com-Limbah medis alat-alat kesehatan yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) berserakan di tempat pembuangan sementara (TPS) di area Puskesmas Bunta, Jalan Setia Budi, Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai.

“Ini limbah medis kategori B3 yang dibuang sembarangan di TPS.Coba lihat pak, sisa jarum suntik, botol obat, tabung, dan juga bekas vaksin-vaksin. Ini sangat membahayakan karena bisa mengontaminasi manusia, berisiko kepada masyarakat yang lalu lalang di sini,” kata Marni, salah satu warga yang datang berobat di Puskemas Bunta, sambil menunjukkan bekas sampah medis tersebut.

Kepala Puskesmas dr.Viermon Pakaya yang dikonfirmasi posrakyat.com,Kamis (7/11) terkait penemuan limbah B3 di Puskesmas Bunta yang ada di TPS,menepis tudingan tersebut.

Menurutnya, pihak Puskesmas Bunta sudah di Akreditasi semuanya, ada Standar operasional Prosedur (SOP).

“Semuanya yang kita buat disini baik sampah, limbah medis, non medis semuanya ada SOP nya,”ucap Viermon.

Kembali Viermon menegaskan, informasi tentang penemuan limbah tersebut itu tidak benar karna pihak Puskesmas memiliki SOP.

“Limbah kering itu di olah langsung di Puskesmas Bunta, dengan cara di bakar kalau
limbah basah kami kirim, Ada depe corong itu,” tegas Viermont.

Kini jadi pertanyaan?, darimanakah datangnya sampah medis yang dapat membahayakan kehidupan manusia itu.

Diketahui, limbah medis ini mengandung racun yang berbahaya bagi manusia atau hewan. Baik saat dibakar,  atau bila sampai terkena langsung bagian tubuh manusia. Limbah medis harus dikumpulkan, dan dimusnahkan melalui proses insinerator.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1) UU Pengelolaan Sampah, Jika rumah sakit dan/atau puskesmas tidak melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai norma, standar, prosedur, atau kriteria sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan, dan/atau perusakan lingkungan, maka dapat dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda antara Rp100 juta hingga Rp5 miliar.(JFR)

loading...