Mantan Napiter Dukung Penanganan Kamtibmas di Poso

oleh -
Ilustrasi

Palu, Posrakyat.com – Aksi terorisme yang terjadi di sejumlah negara termasuk di Indonesia, didasari atas tumbuhnya pemikiran radikal dalam diri individu. Radikalisme bisa dilawan oleh pemahaman ideologi yang kuat.

“Sebab radikalisme timbul karena pemikiran, karena itu yang bisa menyelesaikan juga pemikiran. Ideologi dengan ideologi,” kata AD mantan simpatisan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur ( MIT) Kabupaten Poso, belum lama ini.

Menurut AD yang juga mantan Narapidana Kasus Teroris ( Napiter) Palu bahwa saat ini, sebagian besar eks anggota MIT , Sekarang mendukung kebijakan pemerintah untuk membantu menciptakan situasi kamtibmas aman dan damai di wilayah Poso dan Sulteng serta mendukung terciptanya pemilukada yang damai pada tahun 2020. Serta mendukung pelaksanaan operasi Tinombala dalam menyelesaikan permasalahan terorisme di Poso.

AD mengatakan bahwa meminta pemerintah untuk memberikan kegitan atau pelatihan kerja terhadap Ex Napiter untuk menghidupi keluarga.

Ditegaskan AD secara jujur ia dan teman-temannya, ingin menjalankan kehidupan yang normal dan berpikiran positif, sehingga tidak terpengaruh lagi dengan aktifitas – aktifitas kelompok yang mengarah ke aksi terorisme.

Ia dan rekan-rekannya di Palu, juga ingin melakukan kegiatan seperti teman-teman yang ada di Poso yaitu mengerjakan usaha pertanian maupun usaha lainya Meski
disadari jika di wilayah Kota Palu sangat sulit dan pastinya ia dan rekan-rekannya eks Napiter lainnya.

Yang jelasnya tandas AD pemahaman maupun idiologi keras kearah radikalisme dapat menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme, sehingga pihak terkait harus melakukan program untuk mencegah penyebaran paham maupun idiologi yang mengarah ke tindakan radikalisme melalui pendekatan dari pihak pemerintah serta melakukan pendekatan dan pengawasan terhadap ihcwan – ihcwan yang diduga sudah terpapar.

(Jum / ZF )

loading...