Mantan Simpatisan MIT Poso Butuh Sentuhan BNPT

oleh -104 views
Stop Radikalisme. [Ilustrasi]

Palu,Posrakyat.com –  Aksi terorisme yang terjadi di sejumlah negara termasuk di Indonesia, didasari atas tumbuhnya pemikiran radikal dalam diri individu. Radikalisme bisa dilawan oleh pemahaman ideologi yang kuat.

“Sebab radikalisme timbul karena pemikiran, karena itu yang bisa menyelesaikan juga pemikiran. Ideologi dengan ideologi,” kata  FR mantan simpatisan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur ( MIT) Kabupaten Poso.

Menurut FR yang juga   mantan Narapidana Kasus Teroris ( Napiter) Palu  bahwa saat ini, sebagian besar eks anggota kelompok almarhum Santoso alias Abu Wardah,   belum memiliki kegiatan  tetap dalam  menghidupi keluarganya.  Apalagi  dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)  sendiri  belum memberikan sentuhan atau minimal  mendatangi dirinya dan teman-temannya.

“Jadi sampai  saat ini sebagian besar dari kami  belum memiliki kegiatan yang tetap untuk menghidupi keluarga,”ungkap FR.

Ditegaskan FR secara jujur ia dan teman-temannya,  ingin menjalankan kehidupan yang normal dan berpikiran positif,  sehingga tidak terpengaruh lagi dengan aktifitas – aktifitas kelompok yang mengarah ke aksi terorisme.

Ia dan  rekan-rekannya di Palu,  juga  ingin melakukan kegiatan seperti teman-teman yang ada di Poso yaitu mengerjakan kegiatan  mengumpulkan  dan menjual BBM jenis solar  dan premium.  Meski disadari jika di wilayah Kota Palu sangat sulit dan pastinya ia  dan rekan-rekannya eks Napiter lainnya.

Yang jelasnya tandas FR,  pemahaman maupun idiologi  keras  kearah radikalisme dapat menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme, sehingga pihak terkait harus melakukan program untuk mencegah penyebaran paham maupun idiologi  yang mengarah ke tindakan radikalisme melalui pendekatan dari pihak pemerintah serta melakukan pendekatan dan pengawasan terhadap ihcwan – ihcwan yang diduga sudah terpapar.

Penulis : Thio JMR

loading...