Membahayakan Lingkungan Hingga Ancaman Bencana, Massa di Buol Minta Aparat Hukum Tegas Hentikan Tambang Emas Ilegal Sungai Tabong

oleh -
oleh
Aktivitas alat berat jenis excavator di wilayah pertambangan emas tampa izin (PETI) Sungai Tabong, Kabupaten Buol. Foto: Ist

PosRakyat – Massa aksi mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Lingkungan Kabupaten Buol menggelar demonstrasi meminta kepada aparat penegak hukum agar menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Tabong yang semakin membahayakan lingkungan.

Pasalnya, Kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan emas ilegal itu sudah diambang batas. Hal ini dapat memicu terjadinya bencana banjir bandang.

Berdasarkan informasi yang di peroleh PosRakyat.com, aksi massa itu digelar di kantor DPRD Kabupaten Buol dan kantor Polres Buol pada Senin, 4 Juli 2022.

Dijelaskan Rudy Ali Armen salah seorang pengunjuk rasa, bahwa kegiatan Pertambangan Ilegal Tanpa izin (PETI ) di Sungai Tabong Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol itu sangat jelas melanggar Undang-Undang No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Berdasarkan fakta lapangan yang ada, aktivitas tambang makin lebih parah karena kubangan hasil galian puluhan excavator di lokasi, kemungkinan besar sungai tabong akan meluas dan hutan lindung akan terancam” ujarnya.

Kegiatan itu bisa berakibat fatal bagi masyarakat yang bermukim disekitar area pertambangan tersebut, pungkasnya.

Tampak kubangan bekas galian tambang emas ilegal. Foto: Ost