Menhan RI Prabowo Subianto Jadi Pembicara di Munas XI KAHMI

oleh -
Menhan RI Prabowo Subianto saat jadi pembicara di acara seminar Munas XI KAHMI. Foto: Ist

PosRakyat – Menteri Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia  (Menhan RI) Prabowo Subianto menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu, 26 November 2022.

Prabowo Subianto yang juga ketua umum partai Gerindra hadir di acara Munas XI KAHMI didampingi ketua Gerindra Sulteng H. Longki Djanggola, ketua Banleg DPR RI, Supratman Andi Agtas dan sejumlah politisi Gerindra Sulteng.

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto kemudian didaulat menjadi pembicara pada seminar yang bertajuk “Merawat Persatuan dan Kebangsaan.”

Dihadapan para peserta Munas Prabowo menegaskan bahwasanya para pemimpin – pemimpin Indonesia ini selalu mengedepankan kompromi, saling merangkul dan suka berunding demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kita boleh saja bersaing dalam kontestasi politik, namun ketika menang mari merangkul semua demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Prabowo Subianto.

Selain itu, Prabowo juga mengatakan, bahwa konsep ekonomi menetes ke bawah sudah tidak cocok digunakan. Sebab jika rakyat makmur dan sejahtera maka keadilan dapat diraih.

Ditengah orasi politik kebangsaan demi menjaga kedaulatan Bangsa dan Negara, Prabowo menampilkan video seorang miliyader barat.

Dalam video itu disebutkan adanya kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

“Olehnya konsep ekonomi menetes kebawah itu sudah selayaknya ditinggalkan dan membangun ekonomi yang membawa kemakmuran dan berkeadilan serta membangun kerjasama yang baik antara semua pihak, tokoh-tokoh Bangsa. Dan hindari perpecahan demi kedaulatan Bangsa dan Negara ini. Saya yakin 2030, Bangsa dan Negara ini tetap utuh, kokoh dan berdaulat. Sebab para pemimpinnya bersatu, berkompromi antara satu dengan yang lainnya demi kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia,” ujarnya.***