Natuna Masih Milik Indonesia

Redaksi
Mahendra Siregar (Foto : Ist)
A-AA+A++

Mahendra Siregar : “Tidak ada keperluan untuk bernegosiasi (dengan China) tentang kawasan ZEE Indonesia,”


Posrakyat.com – Posisi geografis kelautan Natuna telah diklaim negara Indonesia sebagai wilayah yang termasuk di ZEE. Hal ini jelas diakui secara hukum internasional. RI juga menyatakan tidak perlu adanya negosiasi dengan Cina yang tengah berseteru dengan Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, menyatakan hal ini saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/01).

Isu mengenai Natuna ini sudah berlangsung sejak 2019 lalu dan telah menjadi agenda rapat RI. Rapat tersebut di hadiri oleh Komisi I DPR, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Bakamla RI, dan Mahendra Siregar dihari yang sama.

“Tidak ada negosiasi. Posisi kita jelas dan diakui hukum internasional, UNCLOS 1982. Tidak ada keperluan untuk bernegosiasi (dengan China) tentang kawasan ZEE Indonesia,” kata Mahendra, dilansir cnnindonesia.com.

Meski telah dilakukan upaya pengusiran kapal Coast Guard Cina yang beberapa kali terlihat melakukan penangkapan ikan di Natuna, Cina menegaskan memiliki hak historis atas Natuna yang di anggap masuk wilayah laut Cina Selatan.

Sebagai responnya, Mahendra mengaku sangat keberatan dengan pengakuan Cina tersebut. Ia juga mengatakan bahwa RI akan tetap berusaha mempertahankan Natuna sebagai wilayah negara RI dan akan terus melakukan pengusiran terhadap Cina jika melakukan hal yang sama.

“Itu kepastiannya perlu dilihat dari pihak China, dari pihak kami, kami tidak terima,” ujar Mahendra.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga mengatakan bahwa Kementrian Pertahanan telah mendapatkan perintah dari Prabowo untuk melakukan sistem satu komando laut, saat ditemui di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (16/01).

Sistem satu komando laut ini sebagai dampak dari kisruh Natuna. Nantinya, anggaran belanja untuk kapal akan diberikan kepada Bakamla.

Sebelumnya, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono, menyatakan bahwa laut Natuna dalam posisi aman. Yang berarti kapal nelayan dan coast guard sudah keluar dari ZEE Indonesia dan tidak terpantau lagi dalam radar Automatic Identification System (AIS).

“Sudah (tidak ada kapal China di ZEE). Sudah 400 mil di luar garis batas ZEE,” ujar Yudo di Kabupaten Natuna, Kepulauan Natuna, Rabu (15/1).

 

Editor : ZF

Berita Terbaru

Ijazah Wapres Gibran Jadi Polemik, Dian Sandi Tegaskan Hal Ini

PosRakyat.com – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian...

Presiden Prabowo: Masyarakat Pelosok Berhak Nikmati Infrastruktur yang Layak

PosRakyat.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi...