Pasca Pemilu, Tokoh Aktivis Sulteng : Mari Bergandengan Tangan dan Bersatu Untuk Kepentingan  Nasional dan Seluruh Rakyat Indonesia

oleh -
Attang Lasawedi, kemeja putih (Kanan). Ist

Palu, Posrakyat.com –  Andi Aril Pattalau selaku salah satu pimpinan ormas dan Aktivis di kota palu menghargai dan menjunjung tinggi proses demokrasi yang dilakukan lewat pilpres dan pileg yang sudah terlaksana pada hari Rabu, 17 April 2019 lalu.

“Sebagai ormas yang meyakini kematangan dan kedewasaan tiap angotanya  telah menyerahkan pilihan politik tiap anggotanya kepada akal sehat dan nurani masing-masing,” katanya Senin, 12/08/2019.

Andi Ariil Petalalu  berharap, bahwasanya pemilu ini berjalan dengan jujur, tidak diciderai dengan money potitic, hasutan, mobilisasi dan provokasi, pokoknya berjalan dan dinikmati oleh setiap warga negara.

”Pemilu ini pesta demokrasi bukan konflik, dan diharapkan pula siapapun yang terpilih sebagai Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPRD, dan DPD, semuanya harus bisa menerima.” Ujarnya.

Ditambahkannya, Bagi yang terpilih harus menganggap ini sebagai tanggung jawab, tidak perlu sujud syukur karena ini bukan anugerah tapi justru ini adalah beban, kemudian yang tidak terpilih juga harus legowo, lapang dada, baik sebagai pasangan Capres, DPR, DPRD maupun DPD.  Karena inilah kehendak dari rakyat dan karena mereka ingin bekerja untuk rakyat maka mereka harus terima keputusan itu dan tidak membuat aksi-aksi yang justru menunjukkan tidak memiliki  jiwa negarawan, tidak memiliki jiwa seorang yang nasionalis.

Selanjutnya kata dia, tidak perlu cari-cari alasan dan dalih untuk menganggap ini sebagai kecurangan dan sebagainya, apalagi nanti kalau sudah terbukti melalui persentase pemilih, terutama dalam pilpres ini sudah cukup untuk memberikan kepastian yang mana dikehendaki oleh masyarakat Indonesia. sehingga demokrasi ini menghasilkan pemimpin yang sesuai kehendak rakyat dan benar-benar merepresentasi keinginan masyarakat untuk mengantarkan Indonesia lebih toleran, lebih maju dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain.

Selain itu, hal senada disamapaikan Tokoh Aktivis Sulteng,  Attang Lasawedi,  bahwa pemilu adalah sebuah proses politik yang niscaya bagi sebuah bangsa untuk memilih pemimpin negara yang terbaik dan memiliki integritas.

“Saya berharap, pemilu tahun 2019 ini benar-benar menjadi ajang demokrasi Pancasila yang bermartabat dengan menjunjung tinggi asas pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia. Karena dengan itu kita berharap kualitas pemimpin yang terpilih dapat membawa bangsa ini menjadi lebih maju, beradab dan berkeadilan”. Ucapnya

Ditambahkannya, perbedaan pilihan itu hal yang wajar dan sah, bahkan perbedaan pilihan akan berdampak pada kualitas pemilu dan hasil-hasilnya. Bahwa pada akhirnya ada yang menang dan kalah, sejatinya harus dipandang sebagai kemenangan bersama. Karena menurutnya, hakikat pemilu adalah menghasilkan pemimpin bangsa dan arah ke depan.

Attang juga berharap, pasca pemilu ini diperlukan normalisasi hubungan sosial dengan saling memaafkan. Pasalnya,  selama masa kampanye terkesan agak panas, maka setelah pemilu semuanya harus segera bahu membahu bersatu agar bangsa dan rakyat negeri ini dapat menikmati hasil pembangunan yg berkeadilan, sejahtera dengan menghidupkan nilai-nilai moral dalam seluruh dimensinya.

“Pasca pemilu mari kembali bergandengan tangan dan bersatu, untuk kepentingan nasional dan rakyat Indonesi”  tutupnya.

 

Penulis : Jum

Editor : Zoel

loading...