Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Memerlukan Waktu Tak Sebentar

oleh -
A picture taken on September 29, 2018 shows a collapsed building after an earthquake and tsunami hit Palu, on Sulawesi island. - Rescuers scrambled to reach tsunami-hit central Indonesia and assess the damage after a strong quake brought down several buildings and sent locals fleeing their homes for higher ground (Photo by OLA GONDRONK / AFP)

Posrakyat.com – Gempa Bumi dan tsunami yang menimpa Kota Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa berdampak besar terhadap perekonomian di daerah setempat.

“Pemulihan perekonomian di Donggala dan Palu memerlukan waktu yang tak sebentar,” kata salah satu ahli ekonomi Tim Prabowo-Sandiaga, Indra Uno, saat diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, di Jalan Sriwijaya, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Bantuan yang diberikan kepada para korban bencana harus dilakukan secara berkelanjutan. Dan yang paling terpenting, bagaimana para korban selamat dapat kembali memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, katanya.

“Kalau di Palu, penduduknya sekira 300 ribu. Dan setelah bencana alam, tentunya mereka juga terdampak bencana ekonomi. Harus waspada karena mereka kehilangan mata pencahariannya dalam waktu tidak sebentar,” kata Indra Uno.

Ia menegaskan, selain bantuan kebutuhan pokok, masyarakat yang terdampak bencana itu juga membutuhkan bantuan pendampingan agar segera mampu menjalankan perekonomian di daerahnya secara mandiri.

“Mereka perlu ditopang bantuan dalam beberapa waktu. Dan harus diberikan terus hingga mereka mampu mandiri menjalankan ekonomi di atas kakinya sendiri,” kata Indra yang juga kakak kandung calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno ini.

Ia juga berharap, kegiatan ekonomi baik yang berskala makro maupun mikro harus terus diperhatikan pengelolaannya.

“Mereka perlu disokong 100 persen. Misalnya, pasar-pasar yang sudah mulai beraktivitas perlu pasokan bahan pokok dengan harga stabil dan terjangkau. Ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Bila harga-harga tidak terjangkau itu menjadi masalah baru lagi di sana. Dua hal ini harus senantiasa menjadi pokok dan fokus pengelolaan management secara keseluruhan,” kata dia. [***]

Sumber; Antara

loading...