Pengawasan Lemah, Pembangunan Broncaptering SPAM desa Tampiala Diduga Tak Sesuai Bestek

oleh -
Tampak pipa SPAM desa Tampiala, kecamatan Dampal Selatan. Foto: ZF/PosRakyat.com

PosRakyat – Proyek Pembangunan Broncaptering SPAM Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Sulteng yang dikerjakan oleh rekanan CV Hidup Bersama diduga amburadul. Pasalnya pada salah satu item pekerjaan yakni galian pipa distribusi dengan kedalam rata – rata 5 centimeter yang mana hal tersebut oleh  sejumlah pihak diduga tidak sesuai Bestek.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pekerjaan beberapa waktu lalu, warga masyarakat desa Tampiala mengungkapkan bahwa kedalaman galian harusnya 30 centimeter sebagaimana yang di sampaikan oleh pihak kontraktor.

“Informasinya kedalaman galian itu 30 centimeter, tapi kenyataannya rata-rata kedalam pipa hanya 5 centimeter.” Ungkap salah seorang warga desa Tampiala, beberapa waktu lalu.

Di tempat terpisah, salah satu warga setempat yang juga pernah ikut bekerja menggali saluran pipa distribusi menuturkan bahwa dirinya diberikan upah Rp3000 untuk galian pipa dengan kedalaman 30 centimeter.

“Harusnya itu kedalam 30 centimeter sebagaimana informasi yang kami dapatkan, tetapi kenyataan di lapangan ternyata tidak begitu. Ada beberapa titik seperti di lintasan yang tidak ada rumah warga disitu, dan pipa tersebut di letakkan saja di atas permukaan tanah lalu kemudian di timbun, sehingga seolah olah pipa tersebut terlihat di tanam.” Ungkap salah seorang mantan pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media ini.

Sementara, PPK Anwan M Achmad dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tolitoli, Fadjar saat dikonfirmasi terkait permasalahan SPAM desa Tampiala, tidak berkenan memberikan statemen dan terkesan melakukan pembiaran atas dugaan penyimpangan yang di lakukan oleh kontraktor rekanan tersebut.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD JAMAN Sulteng, Moh Rifaldi meminta agar pihak Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli bisa memberikan penjelasan terkait persoalan pipa yang diduga tidak sesuai Bestek tersebut.

“Faktanya, kedalaman galian pipa itu rata – rata hanya 5 centimeter dan hal ini sudah di sampaikan ke pihak dinas terkait. Lantas pihak dinas terkesan diam dan membiarkan pekerjaan itu terus berjalan tanpa ada teguran sebagai upaya pencegahan dini sebelum proyek tersebut dinyatakan selesai,” kata Moh. Rifaldi kepada PosRakyat.com, Rabu 13 Oktober 2021.

“Permasalahan pekerjaan ini diduga karena lemahnya pengawasan dari dinas terkait sehingga menyalahi Bestek. Anehnya lagi kok di biarkan begitu saja. Ini ada apa dengan dinas PUPR Kabupaten Tolitoli?” Pungkasnya.

Diketahui, proyek Pembanguan Broncaptering SPAM Desa Tampiala dibawa kendali Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021, dan dikerjakan oleh pelaksana CV Hidup Bersama dengan nilai kontrak Rp1.761. 918.000.***

Penulis: Zulfitra