Penjelasan Lapan Soal Dugaan Meteor Jatuh

oleh -
Ilustrasi meteor jatuh

Palu, Posrakyat.com – Memang, misteri dugaan meteor yang jatuh di Palu dilihat beberapa warga Palu, Sulawesi Tengah belum terpecahkan. Pasalnya sampai saat ini belum ada keterangan pihak terkait soal dugaan itu.

“Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah soal heboh meteor jatuh, warga masih bertanya benarkan itu meteor atau bukan. Pemerintah gak ada yang jawab,” kata warga Baliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Idah Jumat (31/5).

Warga sampai saat ini masih bertanya-tanya soal cahaya di langit Palu 29 Mei 2019 sekitar pukul 20.40 Wita lalu, cahaya juga dibarengi dengan suara dentuman yang cukup keras terdengar disebagian Palu, Sigi dan Donggala.

“Seharusnya pihak terkait memberikan keterangan soal dugaan meteor dan suara dentuman di Palu Sigi dan Donggala ini,” tambahnya.

LAPAN BERI PENJELASAN SOAL METEOR

Hal Serupa pernah terjadi di Kabupaten Porbolinggo, Jawa Timur, kira-kira kejadianya sama dengan yang di terjadi di Kota Palu.

Saat itu, sebuah video yang menampilkan benda bercahaya yang diduga meteor melintas secara cepat di atas permukiman warga beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019) pukul 05.12 WIB.

Dalam caption, dituliskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Probolinggo, Jawa Timur. Namun, tidak disebutkan kapan peristiwa itu terjadi.

BACA BERITA SEBELUMNYA: Suara Dentuman Keras Gegerkan Warga Palu, Netizen: Meteor?

Video berdurasi 18 detik itu diunggah oleh pengguna Facebook, Epank Kerrong Emmak. Sontak, unggahan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Saat itu video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 37.000 dan telah dibagikan sebanyak 741 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa peristiwa tersebt adalah jatuhnya bolide atau bola api (meteor besar).

“Dilihat dari videonya, itu adalah bolide. Ketinggian sekitar 120 kilometer. Bolide adalah meteor besar karena masuknya batuan antariksa dan mulai terbakar pada ketinggian sekitar 120 kilometer,” ujar Thomas seperti diberitakan Kompas.com.

Namun, Thomas menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi dalam video bukan merupakan Eta Aquarids. Fenomena Eta Aquarids adalah fenomena rutin tahunan yang dikarenakan bumi melintasi gugusan debu-debu komet.

“Kejadian tersebut tidak terkait dengan Eta Aquarids. Hujan meteor Eta Aquarids terjadinya dini hari. Sumbernya dari debu-debu komet, sehingga meteor yang tampak hanya seperti bintang redup,” ujar Thomas.

Menurut dia, bolide dengan Eta Aquarids memiliki perbedaan. Untuk fenomena bolide, meteor yang jatuh tergolong meteor sporadik yang terjadi sewaktu-waktu. Sementara, Eta Aquarids merupakan peristiwa rutin.

Selain itu, Thomas menyampaikan bahwa meteor yang jatuh dalam video berkecapatan sekitar 11-70 kilometer per detik. Namun, Thomas belum bisa memastikan di mana peristiwa itu terjadi.

Penulis : Siturwijaya

loading...