Perjuangkan Guru Tua Jadi Pahlawan Nasional, PP HPA Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Sejumlah Tokoh di Sulteng

oleh -
Foto: Ist

PosRakyat – Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka Pra Musyawarah Nasional (Munas) VI HPA dan dirangkaikan dengan Tasyakuran menyambut Milad ke-92 Alkhairaat, di Zona Coffee, Jl Emmy Saelan Kota Palu dan secara daring, Kamis lalu.

Kegiatan itu mengangkat tema Memperjuangkan Guru Tua Sebagai Pahlawan Nasional. Dengan menghadirkan narasumber yaitu Instruktur Nasional PKPNU KH Adnan Anwar, Ketua Umum PP HPA Pertama Hamdan Rampadio, pendiri PP HPA Husen Habibu dan Munir, Ketua PW GP Ansor Sulteng Alamsyah Palenga, dan Koordinator Komunitas Historia Sulteng Mohammad Herianto.

Tujuan kegiatan itu salah satu upaya memperjuangkan Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) sebagai pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Tadulako.

Guru Tua adalah ulama besar yang menghibahkan perjalanan hidupnya untuk kepentingan masa depan pembangunan bangsa di bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Ketua Umum PP HPA Pertama Hamdan Rampadio mengingatkan, abnaulkhairaat senantiasa menjaga apa yang sudah ditinggalkan Guru Tua

“Kita harus menjaga dan meneruskan apa yang ditinggalkan oleh Guru Tua,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa struktur HPA harus kuat terhadap ketaatan terhadap AD-ART dalam konteks organisasi. Tidak boleh kultur dan struktur dibenturkan, keduanya harus berjalan sesuai jalannya masing masing.

“Kita kedepankan dulu struktur baru kultur,
struktur itu adalah aturan AD-ART, kalau AD-ART kita langgar sendiri berarti kita mengabaikan aturan, itu tidak boleh. Kultur adalah titipan guru tua salah satunya menghargai senior senior kita, orang tua kita, guru guru kita hargai. Tetapi penghargaan kita bukan berarti mengabaikan aturan sehingga kita seolah olah kapurkan antara struktur dan kultur, itu tidak boleh. Kalau struktur tetap struktur kalau kultur tetap kultur,” katanya. ***