PETI di Sungai Tabong Ancam Irigasi Salugan: Proyek Rp189 Miliar Terancam Gagal!

oleh -
oleh
Bendungan Salugan di kabupaten Tolitoli. Foto: Posrakyat.com

Kepala BWSS III Palu, Dedi Yudha Lesmana, mengakui bahwa irigasi Bendungan Salugan belum bisa berfungsi optimal karena beberapa saluran tersier belum terbangun. “Beberapa saluran belum terbangun dan ada kendala pembebasan lahan. Kami akan melanjutkan tahun depan,” ujar Dedi.

Sementara itu, PPK Irigasi dan Rawa BWSS III, Aji Widyatmoko, menjelaskan bahwa beberapa bagian bendungan saluran telah rampung dan beroperasi, termasuk satu unit bendungan beserta landscape, Saluran Primer sepanjang 3 Km, Saluran Sekunder Salugan sepanjang 8,2 km, dan Saluran Sekunder Sibea sepanjang 2,4 km.

Dengan kerusakan saluran irigasi yang mencapai 52 persen di Tolitoli, produktivitas pangan di daerah ini terganggu. Mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki proyek yang menelan biaya lebih dari Rp198 miliar ini.

Baca Juga: Rusdy Mastura Bertemu Ketum Golkar dan Pengusaha Nasional Terungkap, Komunikasi Politik Makin Intensif

“Rugi uang negara yang digelontorkan ratusan miliar, tapi pekerjaan yang dibiayai tidak memberikan manfaat bagi keberlangsungan ketersediaan dan peningkatan produksi pangan kita,” tegasnya.

Proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya ini, seharusnya mendukung pertumbuhan produksi pertanian, namun sampai saat ini, hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi karena proyek yang tidak tuntas dan berbagai masalah lainnya.***