Reynhard Sinaga, WNI Pelaku Pemerkosaan Terbesar Dalam Sejarah Inggris

oleh -24 views
ilustrasi pemerkosaan (Foto : Istimewa)

Posrakyat.com – Nama Reynhard Sinaga baru-baru ini menjadi perhatian besar publik setelah hukuman seumur hidup yang dijatuhkan kepadanya oleh Pengadilan Manchester pada Senin kemarin (6/1).

Reynhard Sinaga sendiri adalah pria lulusan 2006 Fakultas Teknik Arsitektur di salah satu universitas di Indonesia. Ia di dakwa atas tuduhan pemerkosaan 48 pria dengan 159 kasus selama rentang 2,5 tahun. Dari korban tersebut, diduga pemerkosaan dilakukan berkali-kali oleh Reynhard.

Dikutip dari Kompas.com, Reynhard pergi ke Inggris pada tahun 2007 menggunakan visa pelajar. Ia tinggal di apartemen selama 10 tahun dan ditangkap pada 2017 untuk kasus yang sama. Pemerkosaan tersebut dilakukan di dalam apartemennya yang letaknya berdekatan dengan klub-klub malam, tempat anak anak muda berkumpul.

Ia menjalani empat kali tahap persidangan sejak Juni 2018 hingga 2019. Pemberitaan besar-besaran mengenai kasus pemerkosaan tersebut diizinkan saat hakim telah memutuskan hukuman untuknya.

Dalam sidang tersebut ia membantah telah memperkosa korban. Ia mengatakan bahwa hubungan seksual tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Ia diduga membius korban lalu kemudian memperkosanya. Pemerkosaan tersebut direkamnya melalui kamera ponsel tersebut dengan video mencapai 195 rekaman.

Melalui video rekaman tersebut, korban tampak tak berdaya. Sebagian ada yang mendengkur menandakan mereka tidak sadarkan diri. Kepolisian menduga obat bius yang digunakan Reynhard adalah GHB (gamma hydroxybutyrate) yang menurut ahli forensik, Dr. Simon Elliot, merupakan obat yang dapat membuat seseorang tertidur berjam-jam dan kehilangan ingatan.

CCTV apartemen Reynhard yang diperoleh kepolisian memperlihatkan Reynhard yang seringkali keluar tengah malam yang diduga untuk mencari ‘mangsa’.

Namun lagi-lagi, Reynhard menyangkal pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa para prialah yang mendekatinya bukan sebaliknya.

Polisi menduga ada sekitar 190 korban pemerkosaan termasuk 48 yang dihadirkan di persidangan. 70 korban lainnya belum dapat diidentifikasi. Dari 48 korban tersebut, terdapat 26 orang yang berstatus pelajar.

Para korban merasa sangat geram dengan tindakan buas sang pelaku.

“Tak ada hukuman penjara yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap saya,” kata seorang korban.

“Saya tidak pernah mengalami pengalaman seburuk ini dalam hidup saya dan saya tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Saya didiagnosis mengalami depresi parah dan diberi obat antidepresi. Saya juga mulai mengikuti konseling,” cerita salah seorang korban.

Terkait kasus ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia juga turut menangani kasus ini sejak Reynhard tertangkap pada 2017 silam.

“KBRI London telah melakukan penanganan kasus WNI atas nama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga (Reynhard Sinaga/RS) sejak tahun 2017-2020,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

 

Editor : ZF

loading...