Saluran Jalan Trans Sulawesi Kawasan Kebun Kopi Amburadul, BPJN Sulteng Diam

oleh -
Terlihat tulangan besi pada lantai saluran uditch kawasan kebun kopi Sulteng. Foto: PosRakyat.com

PosRakyat – Saluran jalan Trans Sulawesi ruas Tawaeli – Toboli atau sering disebut jalan kebun kopi yang menghubungkan kabupaten Donggala dengan kabupaten Parimo, provinsi Sulteng itu tampak rusak berat. Proyek tersebut diduga dikerjakan serampangan, tidak sesuai spek.

Pantauan media ini di lapangan beberapa waktu lalu di ruas jalan tersebut sekitar kilometer 58 sampai dengan kilometer 59, tampak tulangan besi saluran u-ditch terlepas akibat tergerus air hujan. Kabarnya, mutu beton saluran u-ditch itu adalah K350.

Saluran uditch kawasan kebun kopi Sulteng rusak berat. Foto: PosRakyat.com

Sementara, selaku penanggung jawab ruas jalan tersebut Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah (BPJN Sulteng) Agustinus dihubungi via WhatsApp oleh media ini memilih irit komentar atas dugaan pelanggaran tersebut.

Dilansir dari Antaranews, bahwa setelah dua paket pada Desember tahu 2018 lalu, selanjutnya ada dua kontraktor yang mengerjakan proyek lanjutan yang dibiayai dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 dan 2019 senilai Rp. 220 miliar.

Adapun kedua kontraktor tersebut yakni PT. Istaka Karya dan PT. Bumi Duta Persada dengan masing – masing dengan anggaran Rp110 miliar dan masa kerja September 2018 sampai dengan Desember 2019.

Sebagaimana fakta tersebut ketua Jaringan Kemandirian Nasional Sulawesi Tengah (Jaman Sulteng) Moh Rifaldy, SH menduga ada dugaan tindak pidana korupsi atas amburadulnya pekerjaan itu. Olehnya ia meminta kepada aparat penegak hukum (APH) Kejaksaan agar menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran pidana korupsi pada mega proyek jalan Trans Sulawesi ruas Tawaeli – Toboli itu.

“Proyek ini jelas ada masalah yang serius dimana dugaan penyelewengan sangat kuat. Ini bisa kita lihat dari kualitas pekerjaan di lapangan. Salah satu contoh yakni item pekerjaan salurannya, sejak selesai dikerjakan sudah rusak dan hingga kini belum ada perbaikan dari pihak terkait. Semoga saja APH kita tidak tutup mata atas hal ini.” Kata Rifaldy, SH pada Rabu 11 Agustus 2021.

Terkait peningkatan jalan Trans Sulawesi di ruas Tawaeli – Toboli di kawasan kebun kopi itu dibiayai dari Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dimana sampai kini sudah menghabiskan dana ratusan miliar. Meski sudah menghabiskan anggaran ratusan milyar masyarakat tampak kecewa karena buruknya kualitas.***

Penulis: Zulfitra