Sekolah Perempuan SPT Gagas Gerakan Jahit Masker untuk Perangi Covid -19

oleh -
Istimewa

Touna, PosRakyat.com – Keterbatasan alat pelindung diri seperti masker mendorong sekolah perempuan Sivia Patuju Touna (SPT), Provinsi Sulawesi Tengah menggagas gerakan ribuan masker untuk mencegah penularan Covid -19.

“Bahwa diketahui penularan Covid -19 bisah ditekan dengan menjaga kebersihan, kesehatan diri, rutin cuci tangan pakai sabun, physical distancing dan pakai masker,” Ucap Ketua Sekolah Perempuan SPT ,Ramlah Laki pada media ini Sabtu (11/04/2020)

Ramlah menambahkan, gerakan serempak jait masker yang diadakan di Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete adalah salah satu gerakan melawan Covid -19 yang diinisiasi oleh Sekolah Perempuan Sivia Patuju Tojo Una-una.

“Gerakan ini terbangun berawal seorang warga di desa kami dinyatakan PDP,”ucapnya.

Ramlah menuturkan untuk kebutuhan bahan yang di gunakan dalam gerakan Jahit masker itu akan melalui penggalangan dana di media sosial facebook dan instagram dan pihaknya juga membuka relawan Covid-19 di Desa Pusungi.

Menurut Ramlah, warga yang tergabung dalam gerakan jahit masker itu terbagi beberapa kelompok, relawan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki mesin jait di rumah, untuk serempak menjait masker di rumah masing pada tanggal 10-12 April 2020. Ada juga yang bertugas menjemput bantuan dari para dermawan,dan lainya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bergabung dalam gerakan jahit masker.

Untuk sementara kata Ramlah pihaknya telah mengumpulkan dana sejak tanggal 08 April sampai 10 April senilai Rp. 1.000.000 rupiah Dana tersebut di terima melalui rekening pribadi atas nama Ramlah, dan lainya dijemput di rumah para pendonasi.

Selain bantuan uang diberikan, kata Ramlah ada juga yang langsung memberikan berupa kain.”Bila anggaran lebih akan kami alokasikan pada pembuatan APD tim medis covid 19 ,dan juga sembako bagi keluarga pasien serta masyarakat kurang mampu yang terdampak virus covid 19 di wilayah Tojo Una-una.”

Ramlah berharap tidak akan ada lagi kejadian sperti kemarin masyarkat termakan hoaks 3 hari lockdown akhirnya terjadi desakan dibeberapa pusat perbelanjaan di Ampana.

Sekiranya Pemerintah Daerah harus cepat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kerja virus covid-19 dan penanganan serta menyediakan lumbung pangan di setiap desa, agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak takut kekurangan makanan. [Jefry/ZF]