Sempat Ricuh Muscab PPP Tolitoli di “Setting” Deadlock

oleh -
Muscab PPP di kabupaten Tolitoli. Foto: Ist

PosRakyat – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tolitoli yang di gelar jumat 19 November 2021 di aula hotel mitra sempat ricuh, sehinggah tidak menghasilkan keputusan apa apa alias Deadlock.

Pengurus DPC PPP Demisioner Edy Suhasmoro di konfirmasi media ini menilai pelaksanaan Muscab PPP Tolitoli sengaja di “setting” Deadlock, sebab ada beberapa kejanggalan yang seharusnya pelaksanaan Muscab PPP tidak berujung Deadlock, pertama ada keributan di dalam ruang sidang untuk meminta kepada pimpinan sidang mengeluarkan salah satu peserta, setelah salah satu peserta yang sudah dikeluarkan, pimpinan sidang dari DPW PPP Sulteng seharusnya dapat kembali melanjutkan pelaksanaan Muscab, tetapi kenyataannya setelah terjadi keributan di ruang sidang pimpinan sidang langsung keluar dan meninggalkan lokasi Muscab.

“Ini sengaja di Setting sehinggah Deadlock Muscab PPP, memang ada keributan tetapi salah satu peserta sudah di keluarkan, seharusnya pimpinan sidang melanjutkan kembali rapatnya, namun faktanya mereka langsung keluar dan meninggalkan lokasi Muscab,” kata Anggota DPRD Tolitoli ini.

Alasan kedua kata Edy Suhasmoro, sebelum terjadi keributan semua perlengkapan barang barang yang ada di dalam kamar hotel milik Ketua DPW PPP Sulteng bersama rombongan sudah di simpan di dalam mobil yang sudah stand by di depan hotel Mitra tempat pelaksanaan Muscab, sehingga pihaknya menduga ini sudah di setting sehinggah Muscab PPP Deadlock.

“Begitu terjadi keributan semua barang barang yang ada dalam kamar hotel tempat mereka menginap langsung bersih, karena sudah di simpan dalam tiga mobil yang stand by di depan hotel, buktinya begitu ribut mereka langsung pergi dan tidak melanjutkan lagi pelaksanaan Muscab,” jelas Edy Suhasmoro.

Sementara, ketua DPW PPP Sulteng Fairus Husen Maskati melalui release kepada media ini menyatakan
Pelaksanaan Muscab PPP Tolitoli di nyatakan deadlock. Menurut laporan pimpinan sidang bahwa terjadi kericuhan saat sodara Asmaul Haji Tawil berada di Arena Muscab yang memicu protes dari peserta muscab atas keabsahan kehadiran saudara dedy Tawil, yang dianggap telah di Non aktifkan Oleh DPP.

“jadi PAC menganggap yang bersangkutan tidak punya hak untuk berada dalam ruangan Muscab,” katanya.

Sementara lanjut Fairus, saudara Asmaul Tawil melakukan protes, karena yang bersangkutan menganggap kehadiran nya adalah sah karena membawa bukti bukti lengkap terkait dikembalikan/dipulihkannya hak beliau sebagai kader partai, anggota partai PPP.

“Yang mana secara otomatis beliau sah menjadi pengurus DPC PPP dan punya Hak untuk hadir sebagi Peserta Muscab yang memiliki Hak Bicara, bukan Hak Suara.” lanjut Fairus.

Disisi lain, Asmaul Haji tawil juga menyampaikan pada pimpinan sidang beberapa Bukti bukti terkait Keabsahan PAC yg menurut beliau beberapa PAC yg hadir muscab itu Palsu.

Dalam proses pembuktian itu terjadi kericuhan, dan pimpinan sidang mencoba beberapa kali menenangkan peserta yang ribut, pada saat suasana dianggap sudah sangat tidak kondusif maka pimpinan sidang menyatakan deadlock dan Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Tolitoli diambil alih oleh DPW sampai batas waktu yang tidak di tentukan.

“Rombongan DPW telah kembali ke Palu, alhamdulillah dengan selamat. Tolitoli adalah kabupaten penutup pelaksanaan muscab.” bebernya.

Selaku ketua DPW PPP Sulteng Fairus menyesali kejadian tersebut, dimana menurut dia seharusnya panitia melakukan registrasi sebelum peserta masuk keruangan muscab, sehingga tidak terjadi kericuhan.

Sementara, sidang pleno 3 dipimpin langsung oleh Sekwi DPW PPP, Iman Sudirman, dan disaksikan langsung oleh ketua formatur Syarif Latadano selaku OKK 1 DPW PPP.

“Muscab bukan lah pemilihan ketua, tapi hanya pemilihan formatur. Dan formatur lah yang akan bersama sama menyusun komposisi kepengurusan nantinya.” Tutupnya.***

Penulis: Mading