Soal Asrama, IPMA Mamuju Sebut Pemda Pasangkayu Pilih Kasih

oleh -
Iswandi, ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Mumuju Sulawesi Barat

Pasangkayu, Posrakyat.com – Iswandi, ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Pasangkayu, di Mumuju, Sulawesi Barat, menilai pemerintah daerah Pasangkayu pilih kasih. Itu disampaikan ke media ini, Senin, 2 Maret 2020, di Pasangkayu.

Pasalnya kata dia, pelajar dan mahasiswa asal Pasangkayu yang menimbah ilmu di Mamuju, ibukota Sulawesi Barat sudah tiga kali mengajukan proposal terkait pembangunan asrama, namun belum direspon pemda Pasangkayu.

Ia menyebutkan, jika dua asrama yang digunakan masing-masing hanya berkapasitas 15 orang. Sedang, gabungan pelajar mahasiswa yang mencari ilmu di ibukota Sulbar ini mencapai 400 orang.

Padahal di media, lanjut dia, asrama pelajar dan mahasiswa di Makassar tahun ini mendapat kucuran dana sekira Rp1,6 miliar untuk renovasi.

“Pemda pilih kasih, tidak adil dan diskriminasi, sejak 2007 sampai sekarang, proposal kita ajukan sudah tiga kali, tapi tidam ada respon,” sesal mahasiswa Universitas Tomakaka Mamuju ini.

Ia menambahkan, jika pemda tidak ada keberpihakan, mestinya ia dan teman-temannya di Mamuju juga mendapat bantuan, minimal pembebasan lahan jika belum mampu membangun asrama permanen.

Ia berharap kepada pemda Pasangkayu, agar segera mewujudkan permintaan mahasiswa Mamuju, jika tidak mereka akan melakukan aksi menuntut persamaan hak dengan mahasiswa lain.

Wakil Bupati Pasangkayu, HM Saal saat dikonfirmasi lewat telpon, menjelaskan jika asrma mahasiswa di Makassar hanya dilakukan pembenahan. Sebab, kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan, apalagi itu aser daerah.

Dia menghimbau kepada mahasiswa Pasangkayu yang ada di Mamuju, agar bersabar, karena pemda akan segera merealisasikan itu.

“Bukan cuma asrama Makasaar, tapi kita juga perhatikan semua termasuk Mamuju, Majene, Palu dan lainnya,” kata Wakil Bupati Pasangkayu.

Soal kebutuhan asrama mahasiswa di Mamuju, belum lama ini, saat temu wicara dengan mahasiswa, tiga orang anggota DPRD Sulawesi Barat asal Pasangkayu bersedia membantu menyampaikan soal asrama ke pemda.

Bahkan, salah satu di antaranya siap menanggulangi biaya internet di asrma yang masih status kontrak itu, untuk keperluan mahasiswa.

Arham Bustaman

loading...