Soleimani Tewas, Iran Tak Tinggal Diam

oleh -174 views
Jenderal Soleimani (Foto : Istimewa)

Posrakyat.com – Konflik antara Iran dan Amerika atas kematian Jenderal Iran Qasem Soleimani. Kematian Soleimani merupakan akibat dari serangan mendadak AS di Bandara International Baghdad, Irak, pada Jum’at (3/1) lalu.

Dikutip CNBC Indonesia, Pentagon mengatakan bahwa penyeragan tersebut atas perintah dari presiden AS, Donald Trump. Amerika Serikat mengatakan bahwa penyerangan tersebut diakibatkan karena kelompok Hizbullah di Iran menyakiti warga AS di Irak. Tidak terima atas perlakuan tersebut, Amerika melakukan pembalasannya.

Jenderal Qasem Soleimani sendiri merupakan orang yang sangat dihormati sebagai pemimpin militer Iran. Ia diduga sebagai otak dari penyerangan yang dilakukan kepada warga Amerika di Irak. Ia adalah pemimpin pasukan khusus Pengawal Revolusi Iran.

Irak yang menjadi tempat pembunuhan pimpinan nomor satu militer Iran itu ikut panas. Sebab penyerangan tersebut berimbas pada tewasnya Wakil Pemimpin Hashed. Hashed merupakan jaringan unit bersenjata yang sebagian besar kelompoknya menganut ajaran Islam Syiah.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Seyyed Ali Khamenei, melalui keterangan resmi, dikutip CNBC Indonesia, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Jenderal Soleimani. Ia juga mengatakan bahwa Iran akan melakukan penyerangan balasan pada Amerika Serikat.

“Tapi balas dendam yang keras sedang menunggu para pelanggar, yang mengkontaminasi tangan mereka semalam dengan darahnya dan para martir lainnya.”demikian salah satu bait dari tulisan Khaimenei pada Jumat (3/1).

Di kubu Trump sendiri, ia mengatakan bahwa penyerangan yang dilakukannya adalah dengan tujuan menghindari peperangan.

“Kami mengambil tindakan untuk menghentikan perang,” kata Trump dalam sebuah pidato perdana pasca insiden tersebut di stasiun televisi, dikutip CNBC.com, Sabtu (4/1/2020).

Penasehat Dewan Keamanan Amerika Serikat, Robert O’brien mengatakan penyerangan tersebut sebagai wujud penghentian perang kanjutan atau berupa keputusan maju. Ia mengatakan memiliki badan intelijen handal yang menyatakan Iran sedang membuat taktik untuk menyerang Amerika.

Melalui pidato resmi saat pemakaman Jenderal Qaseem Soleimani yang disiarkan melalui stasiun televisi, Iran akan menghadiahkan US$ 80 Juta atau sekitar 1,1 Triliun Rupiah bagi siapa saja yang dapat membawa kepala Trump.

“Siapapun yang bisa membawa kepala orang gila berambut kuning, akan kami berikan US$ 80 juta atas nama negara besar Iran. Bersoraklah jika setuju.”

Dikutip Tribunnews.com, pengamat terorisme, Al Chaidar, mengatakan bahwa konflik antara Amerika dan Iran tersebut tidak memiliki dampak besar bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan kelompok Iran di Indonesia tidak memiliki motif teologis yang kuat untuk melakukan tindakan yang bersifat teroris. Kemenlu Indonesia menghimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri agar tidak memperburuk situasi yang ada.

“Indonesia prihatin dengan eskalasi situasi yang terjadi di Irak. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi,” tulis rilis tersebut.

 

 

Editor : ZF

loading...